Luka Balita, Luka Bangsa

Oleh:
Ummu Fahhala, S. Pd.
(Praktisi Pendidikan dan Pegiat Literasi)

Terasjabar.co – Suasana rumah sederhana di pelosok Sukabumi itu terasa begitu sunyi. Hanya isak lirih seorang ibu yang pecah di tengah malam. Di sampingnya, tubuh kecil Raya yang lemah kian tak berdaya. Perutnya kembung, kulitnya pucat, dan dari mulutnya keluar cacing gelang yang menggeliat.

“Ampuni kami, Nak…,” suara sang ibu pecah, penuh sesal. “Andai kami bisa berobat lebih cepat, kau tak perlu menahan sakit seperti ini.”

Namun, kenyataan berbicara lain. Jaminan kesehatan yang sempat tidak aktif membuat penanganan medis terhambat. Sang ayah pun hanya bisa menunduk, meremas kedua tangannya, menahan pilu yang tak mampu ia ucapkan.

Kabar meninggalnya Raya segera menyebar. Warga sekitar datang silih berganti, mengucapkan belasungkawa. Beberapa tetangga berbisik lirih.

“Sungguh kasihan… masih sangat kecil, meninggal karena cacingan,” ucap seorang ibu sambil mengusap air matanya.
“Padahal penyakit itu bisa dicegah, kalau ada pengobatan rutin,” sahut yang lain.

Tak lama, berita ini sampai ke telinga publik. Permohonan maaf disampaikan Dinas Kesehatan Jawa Barat. Mereka mengaku kecolongan, dan berjanji akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi. Namun bagi keluarga Raya, semua itu sudah terlambat.

Seorang jurnalis yang meliput mencoba menenangkan sang ayah. “Pak, apa yang paling Bapak rasakan sekarang?” tanyanya pelan.

Sang ayah menghela napas panjang. “Kami miskin, tapi kami tak minta banyak. Hanya ingin anak kami sehat. Kalau sejak awal ada perhatian, kalau kartu kesehatan kami aktif, mungkin Raya masih bisa terselamatkan.”

Kata-kata itu menampar nurani siapa pun yang mendengarnya. Bagaimana mungkin seorang balita meninggal hanya karena masalah klasik yang seharusnya bisa dicegah?

Di balik duka ini, ada pertanyaan besar yang perlu dijawab: mengapa nyawa rakyat kecil begitu rapuh? Mengapa layanan kesehatan masih sering terhalang birokrasi?

Seorang pakar kesehatan masyarakat, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, pernah menegaskan bahwa cacingan adalah masalah lama yang mestinya bisa ditekan dengan sanitasi, gizi, dan obat massal (Kompas, 2023). Artinya, masalah ini bukan sekadar penyakit, melainkan lemahnya sistem yang seharusnya melindungi rakyat.

Raya hanyalah satu dari sekian banyak korban kelalaian. Dalam sistem kapitalisme, kesehatan sering dipandang sebagai komoditas. Siapa yang punya uang bisa cepat tertolong. Sebaliknya, siapa yang miskin, harus menunggu, bahkan kadang terlambat.

Seorang aktivis muda pernah berkata di sebuah forum, “Dalam sistem ini, rakyat kecil seringkali hanya angka. Padahal setiap angka itu adalah nyawa. Nyawa seorang anak. Nyawa seorang ibu. Nyawa seorang ayah.”

Dan malam itu, di tubuh kecil Raya, kapitalisme menunjukkan wajah kejamnya.

Cahaya Solusi dari Islam

Namun, apakah tragedi ini harus berulang? Tidak. Islam membawa solusi yang nyata. Islam memandang kesehatan sebagai hak setiap individu yang wajib dipenuhi negara.

Rasulullah saw. bersabda, “Pemimpin adalah penggembala, dan ia bertanggung jawab atas gembalaannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam sejarah, rumah sakit Islam berdiri megah dan terbuka untuk semua orang. Obat dan layanan diberikan gratis, tanpa syarat dokumen atau status ekonomi. Umar bin Khaththab ketika menjadi pemimpin, telah rela memanggul sendiri bahan makanan untuk rakyat yang lapar.

Andai sistem itu tegak hari ini, Raya tak perlu menunggu dengan menahan sakit sampai meregang nyawa hanya karena tidak aktifnya kartu jaminan kesehatan.

Di antara pelayat, seorang ustaz mendekati keluarga Raya. “Sabarlah, Pak, Bu. InsyaAllah Raya sudah tenang di sisi-Nya.”

Sang ayah mengangguk, namun air matanya kembali tumpah. “Ustaz… kapan ada pemimpin yang benar-benar mengurus kami? Kami lelah hidup begini.”

Ustaz itu menatap dengan mata berkaca-kaca. “Suatu hari, insyaallah, akan datang masa ketika negara berdiri dengan amanah. Negara yang menjamin pemenuhan hak rakyat dan tidak membiarkan rakyatnya mati sia-sia. Negara yang menegakkan syariat Allah Swt. secara menyeluruh.

Kisah Raya adalah cermin. Ia bukan sekadar cerita duka sebuah keluarga miskin, melainkan tamparan keras bagi seluruh bangsa. Bahwa sistem yang ada kini telah gagal menjaga rakyat kecil.

Islam telah menunjukkan jalan, dengan sistem kesehatan yang menyeluruh, ekonomi yang menyejahterakan, dan kepemimpinan yang benar-benar mengurus rakyat. Jika umat kembali kepada sistem ini, tragedi serupa tak akan lagi menghantui.

Raya mungkin sudah pergi. Namun tangisannya seharusnya mengguncang kesadaran kita semua. Bahwa sudah saatnya kita menuntut hadirnya pemimpin sejati, yang menjadikan nyawa rakyat sebagai amanah, bukan angka statistik.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 + eighteen =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam