UMMAT ISLAM BANGSA INDONESIA: Dari Gagasan Politik ke Subjek Kenegaraan, 1931–1949
Oleh: Nunu A. Hamijaya Terasjabar.co – Pertanyaan tentang siapa subjek kedaulatan ternyata bukan persoalan yang selesai pada 1945. Ia terus hadir
Baca SelengkapnyaOleh: Nunu A. Hamijaya Terasjabar.co – Pertanyaan tentang siapa subjek kedaulatan ternyata bukan persoalan yang selesai pada 1945. Ia terus hadir
Baca SelengkapnyaOleh: Ganjar Kurnia (Akademisi) Terasjabar. co – Pada mulanya, goblok hanyalah kata sifat. Ia tinggal dengan tenang di dalam kamus, bertetangga
Baca SelengkapnyaOleh: Ganjar Kurnia (Akademisi) Terasjabar.co – Di dalam salah satu bagian pidato syukuran 100 tahun Pondok Pesantren Gontor, KH Hasan Abdullah
Baca SelengkapnyaTerasjabar.co — Syarikat Islam Provinsi Jawa Barat menegaskan pentingnya memperkuat soliditas organisasi, menghidupkan kembali basis perjuangan di tingkat cabang, serta
Baca SelengkapnyaOleh: Nunu A. Hamijaya (Sejarawan Publik) Sejarah memberi kita masa lalu Historiografi memberi kita cara membaca masa lalu Kesadaran memberi
Baca SelengkapnyaTerasjabar.co — Komisi IV DPRD Kabupaten Purwakarta menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas tindak lanjut rencana pembangunan gereja di
Baca SelengkapnyaOleh: Nunu A Hamijaya (Sejarawan Publik) Terasjabar.co – Selama ini, mungkin pengajaran dan pendekatan sejarah dalam pendidikan sejarah seperti memberi IKAN
Baca SelengkapnyaOleh: Nunu A. Hamijaya (Sejarawan Publik) Terasjabar.co – Indonesia tidak sedang kekurangan masa depan. Yang merupakan kekurangan kita adalah cara membaca
Baca SelengkapnyaOleh: Ganjar Kurnia (Akademisi) Terasjabar.co – Peluit panjang dibunyikan. Papan skor tidak lagi dapat dibujuk. Angka berdiri kaku: ada yang menang,
Baca SelengkapnyaOleh: Nunu A. Hamijaya (Sejarawan Publik) Terasjabar.co – Sejarah memberi kita sanad. Kesadaran memberi kita arah. Gagasan memberi kita tujuan. Strategi
Baca Selengkapnya