Satu Bulan Pascabencana, dari Mana Anggaran Dana Bencana?

Oleh:
Tina Hartina, S.Sos.

Terasjabar.co – Indonesia sedang berduka. Bertubi-tubi bencana alam hadir menghampiri. Banjir, longsor, dan gempa bumi susul-menyusul merambah ke beberapa wilayah. Peristiwa tersebut mengakibatkan banyak korban jiwa, luka-luka, serta berbagai kerugian fisik lainnya. Selain itu, banyak masyarakat kehilangan tempat tinggal lantaran endapan lumpur yang terbawa banjir telah menutup sebagian besar rumah mereka.

Memang, dalam pandangan Islam, seorang muslim berkewajiban menolong dan membantu saudara-saudaranya yang sedang ditimpa kesulitan, termasuk akibat banjir, longsor, dan bencana lainnya.

Hadis dari Abu Hurairah (HR. Muslim) menyatakan bahwa: “Barang siapa melepaskan dari seorang muslim suatu kesulitan di dunia, Allah akan melepaskan kesulitan darinya pada hari kiamat; dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama ia (suka) menolong saudaranya.”

Telah banyak warga sipil yang berlomba-lomba membantu saudaranya di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang sedang terkena bencana alam tersebut. Mereka melakukan donasi secara daring, dan sebagian influencer serta YouTuber juga hadir ke lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan dan memberikan dukungan secara emosional.

Kendati demikian, tidak cukup jika bantuan tersebut hanya berasal dari pribadi-pribadi yang berhati baik. Tetap diperlukan bantuan yang diturunkan dari penguasa negeri, karena tanggung jawab terbesar sesungguhnya ada di pundak negara sebagai pengayom, pelayan, dan pelindung rakyat. Sudah seharusnya negara mengupayakan penanggulangan bencana dan senantiasa siap sedia dalam menangani bencana maupun korbannya.

Namun, apakah saat ini bantuan dari pemerintah telah gencar digerakkan? Faktanya, sampai saat ini peran negara dalam menangani bencana banjir tersebut masih sangat kurang. Hal ini menunjukkan bahwa negara belum mampu mengurusi rakyatnya yang berada dalam kondisi kesusahan.

Bahkan, dalam kondisi yang sudah mengenaskan seperti ini, negara justru enggan menetapkan status “bencana nasional” dan dengan percaya diri menyatakan dapat mengatasinya sendiri tanpa bantuan dari luar. Padahal, kenyataannya bantuan dari pemerintah pusat belum mencukupi kebutuhan rakyat.

Jika melihat di media sosial, tidak sedikit warganet berpendapat, “Seharusnya negara bisa menghentikan dulu program MBG selagi anak-anak sedang libur sekolah. Dana yang saat ini ada dialokasikan terlebih dahulu untuk kebutuhan yang lebih darurat, yaitu menolong mereka yang sedang terkena musibah”.

Pendapat warganet tersebut sebenarnya menunjukkan bahwa masyarakat peduli terhadap sesamanya. Hanya saja, negara belum juga memberikan solusi yang bijak. Hal ini pun menimbulkan pertanyaan: “Ke mana sajakah uang negara dialokasikan?” atau “Hasil sumber daya alam digunakan untuk apa saja?”

Sumber Dana Penanganan Bencana dalam Islam

Bencana ditangani oleh negara dalam Daulah Islam dengan penuh perhatian. Adapun dana dalam penanganan bencana tersebut berasal dari kas Baitulmal, bukan sekadar mengandalkan sumbangan atau donasi yang dikumpulkan dari masyarakat. Kas Baitulmal itu sendiri salah satunya berasal dari hasil pengelolaan sumber daya alam.

Dalam kitab Al-Amwāl fī Daulatil Khilāfah karya Syekh Abdul Qadim Zallum (1983:28), dijelaskan bahwa pembiayaan untuk keadaan darurat semisal bencana tetap dilakukan walaupun peristiwanya belum terjadi. Bahkan, termasuk pembiayaan yang bersifat tetap dan harus dipenuhi, baik ada dana maupun tidak ada dana di Baitulmal.

Jika ada dana di Baitulmal, maka negara harus segera mengalokasikannya ketika terjadi bencana. Jika kas kosong, khalifah akan mengimbau kaum muslim untuk mengulurkan bantuan, baik berupa uang maupun barang. Jika bantuan rakyat tidak mencukupi, barulah negara mengambil dharibah (pajak) dari kaum muslim yang kaya saja. Hal ini ditegaskan dalam penjelasan Pasal 150 d Masyru‘ Dustur yang menyebutkan bahwa negara boleh memungut dharibah untuk kebutuhan biaya yang menjadi tanggung jawab Baitulmal dalam keadaan darurat bencana mendadak yang menimpa rakyat, seperti kelaparan, angin topan, atau gempa bumi (Muqaddimatud Dustur, 2009:123). Dengan demikian, negara akan segera dapat mengatasi masalah tersebut tanpa harus kekurangan dana.

Wallāhu a‘lam bishshawāb.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 − ten =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam