Kemenag Jabar: Tren Perceraian di Jawa Barat Menurun, Data PTA Bandung Bantah Klaim Kenaikan

Terasjabar.co – Kepala Tim Kepenghuluan Bidang Urusan Agama Islam (URAIS) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Toto Supriyanto, menegaskan bahwa pihaknya bersama dengan instansi terkait, seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat, serta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pernikahan di Jawa Barat.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pendewasaan usia pernikahan melalui program pencegahan perkawinan anak dan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin, remaja usia sekolah, serta remaja usia nikah.

Menurut Toto yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) ini, saat ini terjadi penurunan angka pernikahan di Jawa Barat, sejalan dengan tren nasional. Fenomena ini telah disadari oleh Kementerian Agama yang kemudian melakukan pendalaman untuk memahami faktor-faktor penyebabnya.

“Ada dua faktor utama yang memengaruhi penurunan angka pernikahan di Jawa Barat. Pertama, terbitnya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan yang mengubah batas usia pernikahan bagi perempuan dari 16 menjadi 19 tahun. Perubahan ini menyebabkan calon pengantin hanya bisa melakukan pencatatan nikah setelah berusia 19 tahun, berbeda dengan sebelumnya di mana perempuan di bawah 19 tahun masih bisa menikah. Dampaknya, terjadi penangguhan pernikahan bagi mereka yang belum memenuhi usia minimal tersebut,” jelas Toto kepada Terasjabar.co, Selasa (18/02/2025).

Data angka perceraian di Provinsi Jawa Barat Tahun 2021-2024. (Sumber: Pengadilan Tinggi Agama Bandung).

Selain itu, meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menunda usia pernikahan juga menjadi faktor signifikan. “Program pencegahan perkawinan anak yang terus digalakkan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menunda pernikahan hingga segala persiapan matang. Kesadaran ini tumbuh berkat edukasi yang dilakukan oleh berbagai pihak terkait,” tambahnya.

Terkait dengan angka perceraian, Toto juga mengklarifikasi informasi yang beredar mengenai kenaikan angka perceraian di Jawa Barat dari 2021 hingga 2024. Menurutnya, data dari Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bandung menunjukkan bahwa tren perceraian di Jawa Barat justru mengalami penurunan dalam kurun waktu tersebut.

“Kami merasa heran dengan informasi yang menyebutkan bahwa angka perceraian meningkat. Berdasarkan data resmi yang kami terima dari PTA Bandung, tren perceraian di Jawa Barat justru menurun dari tahun 2021 hingga 2024. Ini merupakan bukti nyata bahwa upaya yang dilakukan oleh Kementerian Agama beserta seluruh instansi dan lembaga terkait di Jawa Barat, termasuk Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Provinsi Jawa Barat, telah membuahkan hasil dalam menekan angka perceraian,” pungkasnya.

Kemenag Jabar bersama mitra kerjanya akan terus mengoptimalkan program edukasi dan bimbingan pernikahan guna menciptakan pernikahan yang berkualitas serta mengurangi angka perceraian di masa mendatang.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × 3 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam