UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dorong Model PATEM sebagai Blueprint Ketahanan Pangan Nasional Berbasis Kearifan Lokal

Terasjabar.co – Tim Peneliti UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang dipimpin Prof. Dr. Hj. Lilis Sulastri, S.Ag., M.M. melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Eksploratif bersama para pemangku kepentingan di Kabupaten Lebak dalam rangka penyusunan model kebijakan ketahanan pangan berbasis masyarakat adat. Forum ini menjadi bagian penting dari riset strategis yang mengembangkan Model PATEM (Participatory Adat-based Territorial Ecological Management) sebagai paradigma baru pembangunan ketahanan pangan Indonesia yang adaptif terhadap perubahan iklim sekaligus berpijak pada kearifan lokal masyarakat adat Baduy.

FGD menghasilkan berbagai masukan substantif dari Dinas Ketahanan Pangan yang memperkuat arah penelitian, khususnya mengenai pengembangan Prototype Lumbung Pangan Terintegrasi, penyusunan Policy Brief bagi pemerintah, serta validasi Model PATEM sebagai model pengelolaan pangan berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

Salah satu temuan penting dalam diskusi adalah pengakuan bahwa Leuit, sebagai sistem lumbung pangan tradisional masyarakat Baduy, memiliki nilai strategis yang melampaui fungsi penyimpanan pangan semata. Leuit dipandang sebagai sistem sosial-ekologis yang mampu menjaga cadangan pangan dalam jangka panjang, memperkuat kemandirian komunitas, serta meningkatkan daya tahan masyarakat menghadapi krisis pangan, perubahan iklim, maupun gangguan rantai pasok. Sistem ini dinilai bukan sebagai pengganti Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), melainkan sebagai pelengkap yang memperkuat ketahanan pangan dari tingkat komunitas.

Forum juga menggarisbawahi pentingnya perlindungan terhadap lebih dari tiga puluh varietas padi lokal Baduy sebagai aset sumber daya genetik nasional. Varietas tersebut memiliki kemampuan adaptasi terhadap kondisi lahan marginal, kekeringan, serta gangguan hama yang menjadi modal penting dalam menghadapi ketidakpastian iklim global. Oleh karena itu, riset merekomendasikan penyusunan peta jalan inventarisasi, perlindungan hukum, sertifikasi varietas lokal, hingga penerapan mekanisme Free, Prior and Informed Consent (FPIC) untuk mencegah praktik biopiracy dan menjamin hak masyarakat adat atas pengetahuan tradisionalnya.

Hasil FGD juga memperlihatkan adanya peluang besar untuk mengintegrasikan kalender ekologis adat dengan sistem peringatan dini modern. Pengetahuan masyarakat Baduy mengenai perilaku satwa, perubahan vegetasi, serta pengamatan rasi bintang dipandang dapat melengkapi data ilmiah dari BMKG dalam membangun sistem prediksi musim yang lebih kontekstual. Pendekatan ini menjadi contoh nyata sinergi antara ilmu pengetahuan modern dengan pengetahuan lokal dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dalam aspek kelembagaan, forum merekomendasikan pembentukan Tim Gugus Pangan Adat Desa sebagai wadah kolaborasi pemerintah daerah, penyuluh pertanian, tokoh adat, perguruan tinggi, dan masyarakat. Model tata kelola ini dirancang untuk mengintegrasikan konservasi varietas lokal, pengelolaan cadangan pangan, adaptasi perubahan iklim, hingga digitalisasi pengetahuan tradisional secara berkelanjutan.

FGD juga memperkuat roadmap penelitian mengenai replikasi Model PATEM menuju 100 desa percontohan pada tahun 2029. Tahapan tersebut mencakup penyusunan kebijakan daerah, implementasi desa percontohan, pelembagaan model dalam program strategis pemerintah daerah, hingga penguatan pembiayaan berkelanjutan melalui sinergi pemerintah, perguruan tinggi, BRIN, dunia usaha, dan masyarakat.

Menurut Ketua Peneliti, Prof. Dr. Hj. Lilis Sulastri, hasil FGD menunjukkan bahwa masyarakat adat tidak hanya menyimpan kekayaan budaya, tetapi juga menawarkan solusi nyata terhadap tantangan ketahanan pangan nasional.

“Ketahanan pangan masa depan tidak cukup dibangun hanya melalui peningkatan produksi. Indonesia membutuhkan sistem pangan yang resilien, adaptif terhadap perubahan iklim, serta menghormati kearifan lokal sebagai sumber inovasi kebijakan. Model PATEM kami hadir sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan, kebijakan publik, dan pengetahuan masyarakat adat”, jelasnya.

Lebih jauh, hasil penelitian diharapkan menjadi landasan penyusunan Policy Brief bagi Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, serta pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pangan nasional yang lebih inklusif. Rekomendasi tersebut mencakup penguatan cadangan pangan berbasis komunitas, perlindungan plasma nutfah lokal, digitalisasi pengetahuan tradisional, pengembangan insentif bagi komunitas adat, hingga integrasi model ketahanan pangan berbasis kearifan lokal ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah dan nasional.

Melalui riset  Mora LPDP The Air Funds, UIN Sunan Gunung Djati Bandung menegaskan komitmennya untuk menghadirkan penelitian yang tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi menghasilkan model pembangunan yang aplikatif, berbasis bukti, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian ketahanan pangan nasional, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat adat Indonesia.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four − two =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam