KDRT dan Kekerasan Remaja, Luka yang Tak Terlihat

Oleh:
Ummu Fahhala, S.Pd.
(Praktisi Pendidikan dan Pegiat Literasi)

Terasjabar.co – Langit sore itu tampak muram. Hujan tipis turun seperti air mata yang jatuh dari langit, membasahi jalanan dan menyapu debu kota. Di sudut taman, seorang ibu muda duduk termenung, memeluk putrinya yang masih berusia tujuh tahun. Anak itu memegang boneka lusuh, menatap langit dengan mata kosong.

“Apa Ayah masih marah, Bu?” tanyanya lirih.

Ibu itu menahan napas. “Ayah sedang belajar tenang, Nak. Doakan ya, semoga Allah lembutkan hatinya.”

Suara itu lirih, tapi menyayat. Ada luka yang tidak terlihat di balik kata-kata sederhana itu. Luka dari kekerasan yang merenggut kehangatan rumah, dari ayah yang kehilangan arah, dari ibu yang kehilangan pelindung, dan dari anak-anak yang kehilangan tempat pulang.

Ketika Nilai Hilang, Keluarga Pun Goyah

Kekerasan dalam rumah tangga dan maraknya tindak kekerasan remaja bukanlah sekadar persoalan moral atau hukum. Akar masalahnya jauh lebih dalam. Ini tentang hilangnya nilai-nilai ilahiah dari kehidupan. Tentang keluarga yang kehilangan ruh sakinah karena rumahnya dibangun di atas pondasi rapuh: ego, tekanan ekonomi, dan pandangan hidup yang menyingkirkan Tuhan dari keseharian.

Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku”. (HR. Tirmidzi)

Islam menjadikan keluarga sebagai madrasah pertama peradaban, tempat anak belajar cinta, empati, dan tanggung jawab. Ketika rumah kehilangan sentuhan iman, kekerasan pun menjadi bahasa pengganti kasih sayang.

Pendidikan yang Memanusiakan Manusia

Beberapa waktu lalu, Tia M. Khoiriyah, S.Si., seorang praktisi pendidikan, menuturkan kepada salah satu media (17 Agustus 2025), “Sebagian remaja lemah dalam mengelola rasa takut dan kecemasan karena mereka tumbuh tanpa arah yang jelas. Mereka kehilangan pegangan, baik dari keluarga, sekolah, maupun negara.”

Kata-kata itu seperti cermin retak yang memantulkan wajah pendidikan kita hari ini. Sekolah sibuk mengejar angka, sementara hati anak-anak kosong dari nilai. Mereka hafal rumus, tapi tak paham makna hidup.

Pendidikan sekuler-liberal yang meniadakan nilai agama telah melahirkan generasi bebas tanpa kendali. Mereka berteriak “merdeka”, tapi tak tahu kemerdekaan sejati adalah tunduk kepada Sang Pencipta.

Islam: Jalan Pulang bagi Keluarga dan Generasi

Di tengah gelapnya arus kehidupan modern, Islam datang sebagai cahaya. Bukan sekadar aturan, tapi sistem hidup yang menyeluruh, yang menata manusia dari akidah hingga adab, dari keluarga hingga negara.

Islam mengajarkan bahwa keluarga dibangun atas dasar takwa dan tanggung jawab moral. Suami adalah qawwam atau pelindung, bukan penguasa. Istri adalah pendamping, bukan pelayan. Anak adalah amanah, bukan beban.

Al-Qur’an menegaskan, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.”
(QS. Ar-Rum [30]: 21)

Ketika ayat ini hidup dalam kesadaran keluarga, maka kekerasan tidak akan menemukan tempat. Karena cinta yang tumbuh dari iman selalu melahirkan kelembutan dan rasa tanggung jawab.

Negara yang Menjaga dan Menyayomi

Namun, tanggung jawab ini tidak berhenti di rumah. Dalam pandangan Islam, negara berkewajiban menjadi raa‘in (pelindung) bagi rakyatnya. Negara memastikan setiap keluarga hidup layak, anak-anak mendapat pendidikan bermutu, dan para ibu tidak dipaksa meninggalkan rumah demi sesuap nasi.

Rasulullah Saw. bersabda, “Imam (pemimpin) adalah pengurus rakyat, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Negara dalam sistem Islam bukan hanya menegakkan hukum bagi pelaku kekerasan, tetapi juga mencegah sebab-sebab kekerasan. Negara menata ekonomi agar keluarga tidak tertekan, memperbaiki sistem pendidikan agar berlandaskan akidah Islam, serta menegakkan hukum yang adil dan mendidik, bukan sekadar menghukum.

Membangun Generasi dengan Cinta dan Iman

Rasulullah Saw. menunjukkan contoh terbaik bagaimana membina generasi. Beliau mendidik dengan kasih sayang, bukan dengan kekerasan. Pernah suatu hari, beliau melihat Hasan dan Husain memanjat punggungnya ketika salat. Beliau tidak marah, malah menunggu hingga keduanya turun.

Beliau berkata, “Barang siapa tidak menyayangi yang muda dan tidak menghormati yang tua, maka ia bukan dari golongan kami.” (HR. Ahmad)

Beginilah seharusnya pendidikan dijalankan, yaitu dengan cinta, dengan keteladanan, dengan arah menuju ridha Allah Swt.

Harapan yang Tak Padam

Sore itu, hujan mulai reda. Ibu muda itu menatap putrinya lagi.

“Bu, kalau kita sabar, Allah sayang, ya?”

Senyum lembut merekah di wajah sang ibu. “Iya, Nak. Allah sayang sekali pada orang yang sabar. Dan kelak, Ayah juga akan belajar sabar seperti kita.”

Langit tampak cerah perlahan. Di antara rinai yang tersisa, terlihat pelangi sebagai simbol harapan. Harapan bahwa keluarga-keluarga di negeri ini akan kembali kepada nilai-nilai Islam. Bahwa pendidikan akan kembali menumbuhkan manusia yang beriman. Bahwa negara akan kembali menjalankan perannya sebagai pelindung dan pengayom, bukan sekadar penguasa.

Sebab, Islam bukan hanya agama, tapi jalan pulang bagi keluarga yang terluka, bagi generasi yang kehilangan arah, dan bagi bangsa yang rindu damai.

“Tidak akan baik akhir umat ini kecuali dengan apa yang telah membuat baik generasi awalnya.” (Umar bin Abdul Aziz)

Dan di situlah kunci perubahan itu, dengan kembali kepada Islam yang menyembuhkan.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nine + thirteen =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam