Cinta dalam Buku Pelajaran, Benarkah Ini yang Kita Butuhkan?

Oleh:
Ummu Fahhala, S. Pd.
(Praktisi Pendidikan dan Pegiat Literasi)

“Ustaz, aku ingin bertanya…”

Lirih suara Dara, siswi kelas 9 yang baru saja menyelesaikan pelajaran PAI hari itu. Ia duduk di barisan depan, menggenggam bukunya yang bertuliskan “Kurikulum Berbasis Cinta”. Raut wajahnya ragu, tapi matanya penuh rasa ingin tahu.

Ustaz Salman menoleh lembut, “Silakan, Nak. Bertanya itu tanda kau berpikir.”

“Kenapa di pelajaran hari ini kita diajarkan untuk bersikap lembut dan menghormati semua, termasuk yang berbeda agama, tapi waktu aku bilang aku ingin pakai jilbab dan ikut kajian setiap pekan… aku justru diperingatkan agar jangan terlalu fanatik?”

Seisi kelas hening.

Cinta yang Diajarkan, Cinta yang Membingungkan

Peluncuran Kurikulum Berbasis Cinta oleh Kementerian Agama memang mengundang banyak pujian. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebutnya sebagai wajah baru pendidikan Islam yang lebih inklusif dan spiritual (26 Juli 2025).

Tujuannya terdengar mulia: meredam intoleransi, menguatkan cinta kemanusiaan, dan membentuk karakter moderat.

Namun, di balik tujuan itu, banyak guru dan siswa mulai merasa resah. Materi yang diajarkan memang mengajak pada cinta, tetapi cinta yang cenderung ambigu. Cinta yang menyamaratakan semua keyakinan. Cinta yang membentuk toleransi… tapi juga membungkam keberanian untuk taat total kepada Islam.

“Ustaz, apa salahnya kalau aku ingin belajar Islam lebih dalam? Aku bukan radikal, kan?” tanya Dara.

Ustaz Salman menarik napas dalam. Ia tahu, keresahan ini bukan milik Dara seorang. Banyak siswa dan guru di berbagai sekolah mulai bertanya hal yang sama.

“Dulu aku diajarkan, kita mencintai karena Allah. Tapi sekarang… aku bingung mencintai siapa, dengan cara apa,” gumam Dara lirih.

Ustaz Salman mengangguk, lalu menjawab pelan, “Karena cinta yang tidak bersumber dari akidah… akan selalu membingungkan.”

Sekularisme yang Diselipkan dalam Pelajaran

Kurikulum cinta ini tampak menjauhkan siswa dari aturan Islam. Nilai-nilai agama hanya menjadi tambahan, bukan fondasi. Akal dan perasaan menjadi ukuran benar dan salah. Ini adalah wajah sekularisme yang lembut, tapi perlahan mematikan ikatan generasi terhadap agamanya.

Sekularisme adalah racun halus. Ia menjauhkan manusia dari Rabb-nya tanpa terasa. Agama tidak dijadikan pemandu kehidupan, tapi hanya sebagai pelengkap.

Islam, Cinta yang Tersambung ke Langit

Islam memerintahkan cinta dan tak melarangnya. Tapi cinta yang terikat pada iman. Rasulullah saw. bersabda:
“Tidak beriman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Islam membangun kurikulum berdasarkan akidah. Negara Islam di masa Khulafaur Rasyidin mewajibkan pendidikan yang menanamkan keimanan, membentuk kepribadian Islam, dan mendidik umat agar taat kepada syariat Allah secara menyeluruh.

Dalam Islam, cinta itu membebaskan manusia dari penyembahan kepada sesama makhluk, menuju penghambaan hanya kepada Allah semata.

“Jadi… aku boleh cinta pada semuanya, Ustaz?” tanya Dara, kini dengan senyum kecil.

Ustaz Salman tersenyum lembut, “Cinta, Nak… tapi pastikan tidak melanggar perintah Allah Swt. Sebab cinta sejati adalah cinta yang menuntunmu ke surga, bukan yang menjauhkanmu dari-Nya.”

Cinta dalam pendidikan seharusnya menumbuhkan iman, bukan membingungkan makna kebenaran. Jika kurikulum hanya mengajarkan cinta tanpa iman, ia akan melahirkan generasi rapuh, mudah terombang-ambing, dan tak tahu arah hidup.

Saatnya kita kembali membangun pendidikan di atas fondasi Islam. Agar cinta yang tumbuh, bukan hanya cinta kepada sesama, tetapi cinta yang mengikat hati pada Sang Pencipta.

Karena cinta yang benar… hanya akan bermakna jika ia dimulai dari Allah dan kembali kepada-Nya.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen − 12 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam