Fraksi Gerindra DPRD Jabar Nilai APBD Jabar Banyak Tergerus Proyek Pusat

Terasjabar.co – Fraksi Partai Gerindra DPRD Jabar menilai APBD Jawa Barat saat ini banyak tergerus untuk mendanai proyek-proyek pembangunan yang digulirkan pemerintah pusat. Salah satunya proyek pembangunan Bandara Cikembar di Kabupaten Sukabumi.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar dari Fraksi Partai Gerindra Daddy Rohanady melihat pembangunan Bandara Cikembar seharusnya bisa dibiayai seluruhnya oleh pemerintah pusat. Namun, saat ini gelontoran dana APBD Jabar untuk menyuport pembangunan bandara tersebut mengalir besar.

Menurutnya, bila melihat pembangunan bandara di beberapa provinsi atau daerah lain bisa didanai sepenuhnya oleh pemerintah pusat. Contohnya saja pembangunan Bandara Kualanamu di Medan dan beberapa pembangunan bandara lainnya.

“Bandara Cikembar ini, bandara ketiga agak besar volume APBD masuk di situ. Kita soroti soal keikutsertaan APBD masuk di situ. Kalau kita baca di Medan ada Kualanamu, di Nusa Tenggara Barat, Kulon Progo semua dari A sampai Z (pembangunannya) dibiayai pusat, kenapa di Jabar enggak bisa?” ucapnya, di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Jumat (23/11/2018).

Dia berharap pemerintah Provinsi Jabar di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil bisa merespon cepat masalah ini. Jangan sampai APBD Jabar selalu tergerus untuk pendanaan proyek yang dilakukan pemerintah pusat.

“Kita itu banyak memasukkan APBD di situ, akhirnya APBD kita tergerus. Sekarang untuk Cikembar, di APBD perubahan masuk Rp25 miliar dan Rp50 miliar untuk di 2019. Artinya APBD Jabar dalam tanda kutip selalu digerus dengan volume pembebasan lahan,” ucapnya.

Padahal, kata dia, anggaran tersebut bisa digunakan untuk program yang bisa segera dirasakan oleh masyarakat. Atau juga bisa digunakan sebagai tambahan anggaran bari dinas yang mendapat porsi APBD kecil.

“Kita bisa alihkan ke pekerjaan-pekerjaan lain. Ada dinas-dinas di kita dari sisi anggaran relatif kecil, contoh Dinas Sosial. Kita punya PMKS banyak, tapi berapa maksimal yang bisa diurus. Maksimal sekarang mungkin hanya 80 ribu,” katanya.

Daddy akan menunggu respon dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Apalagi, lanjut dia, mantan Wali Kota Bandung itu pernah berjanji akan mati-matian melobi pemerintah pusat agar mau mengucurkan banyak dana ke Jawa Barat.

“Gubernur sempat janji untuk loby pusat, tinggal kita tunggu saja,” ujarnya.

Selain itu, dia mengingatkan, agar Gubernur bisa secara maksimal mengawasi jalannya proyek-proyek besar yang sedang berlangsung di Jabar. Seperti pembangunan Tol Cisumdawu, Tol Bocimi dan beberapa proyek lainnya.

“Terkait APBD 2019 ada beberapa yang spesifik, saya soroti beberapa pekerjaan yang belum selesai sisa dari Pak Ahmad Heryawan itu menjadi tugas. Karena kepala daerah yang baru tidak boleh membatalkan kebijakan kepala daerah lama,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum memahami banyak proyek yang saat ini masih belum selesai. Tapi bukan berarti mangkrak, karena anggarannya harus dibagi-bagi untuk kepentingan lain.

“Karena anggaran yang bertahap kenapa bertahap karena dibagi-bagi dengan kepentingan yang lain. Yang penting kita pembangunan ekonomi, pembangunan kesehatan, pendidikan di Jabar bisa terakomodir,” ujarnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen − five =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization