Kang UAS Ajak Jamaah Isi Kemerdekaan dengan Kegiatan Positif dan Perkuat Peran Orang Tua dalam Membentuk Karakter Generasi
Terasjabar.co – Ketahanan keluarga menjadi salah satu kunci penting dalam membangun generasi yang berkarakter dan bangsa yang kuat. Hal tersebut disampaikan Kang UAS (Ustadz Asep Syaripuddin, S.H.), Presidium GENAP (Gerakan Nasional Anti Penyimpangan Seksual) sekaligus Ketua Aliansi Pergerakan Islam Jawa Barat (API Jabar), dalam Kajian Ahad (JIHAD) yang digelar DKM Masjid Al-Muawanah, Komplek Perumahan Parmindo, Cijerah, Minggu (9/8/2026).
Kajian tersebut diikuti lebih dari 250 jamaah, terdiri atas ikhwan dan akhwat. Dalam tausiyahnya, Kang UAS mengangkat tema seputar ketahanan keluarga, pendidikan karakter anak, pergaulan generasi muda, serta tantangan nilai dan moral di tengah perubahan sosial.
Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi seorang anak. Karena itu, orang tua tidak hanya dituntut memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam memberikan pendidikan agama, keteladanan, pengawasan pergaulan,i serta pendampingan terhadap perkembangan anak.
Perspektif Islam tentang Perilaku Seksual
Dalam kajian tersebut, Kang UAS menjelaskan bahwa Islam memiliki ketentuan mengenai hubungan seksual dan batas-batas perilaku yang diperbolehkan menurut syariat.
Ia merujuk pada kisah kaum Nabi Luth AS yang disebut dalam Al-Qur’an, antara lain dalam QS. Al-A’raf ayat 80–81, sebagai salah satu peringatan mengenai perilaku seksual yang dipandang bertentangan dengan ketentuan syariat.
Ia juga menyampaikan rujukan QS. Al-Hijr ayat 73–74 dan QS. Hud ayat 82 mengenai azab yang menimpa kaum Nabi Luth AS.

Menurutnya, penyampaian ayat-ayat tersebut hendaknya menjadi bagian dari pendidikan keagamaan untuk menguatkan pemahaman umat mengenai nilai moral, tanggung jawab, dan batasan perilaku dalam Islam.
Kang UAS juga menyinggung sejumlah hadis yang membahas larangan terhadap perbuatan kaum Nabi Luth. Ia mengingatkan jamaah agar persoalan tersebut dipahami melalui ilmu agama dan koridor hukum yang berlaku, bukan dengan tindakan kekerasan ataupun main hakim sendiri.
HUT RI ke-81 Harus Diisi dengan Kegiatan yang Mendidik
Memasuki momentum HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Kang UAS juga mengingatkan para panitia kegiatan kemerdekaan di berbagai daerah agar memilih bentuk perlombaan yang memberikan nilai edukasi.
Menurutnya, semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang memperkuat persaudaraan, gotong royong, sportivitas, kreativitas, kepedulian sosial, dan kecintaan kepada bangsa.
Ia mengingatkan agar kegiatan hiburan tidak menjadikan perilaku yang dianggap tidak sesuai dengan nilai kesopanan dan pendidikan karakter sebagai bahan lelucon atau tontonan.
“Rayakan kemerdekaan ke-81 dengan kegiatan-kegiatan yang positif, mendidik, mempererat persaudaraan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Orang Tua Diminta Serius Membentuk Karakter Anak
Perhatian khusus juga diberikan kepada para orang tua yang memiliki anak usia dini. Kang UAS mengingatkan pentingnya pendampingan orang tua dalam memilih permainan, tontonan, lingkungan pergaulan, hingga konten digital yang dikonsumsi anak.
Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup hanya diberikan melalui nasihat. Anak membutuhkan keteladanan nyata dari orang tua dalam kehidupan sehari-hari.
“Pendidikan anak harus dimulai dari keluarga. Orang tua harus hadir, memberikan contoh, mengawasi pergaulan, serta mendampingi anak dalam memilih tontonan, permainan dan lingkungan pertemanan,” ujarnya.
Ia juga mendorong orang tua memberikan permainan yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangan anak serta memiliki nilai edukatif.
Ketahanan Keluarga, Fondasi Ketahanan Bangsa
Kajian Ahad di Masjid Al-Muawanah tersebut menjadi pengingat bahwa tantangan terhadap generasi muda tidak hanya berasal dari lingkungan luar, tetapi juga dari kurangnya pendampingan dan komunikasi dalam keluarga.
Keluarga yang memiliki komunikasi yang baik, pendidikan agama yang kuat, keteladanan orang tua, serta perhatian terhadap perkembangan anak dinilai memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tangguh.
Kang UAS mengajak jamaah untuk menghadapi berbagai persoalan sosial dengan ilmu, pendidikan, dakwah yang bijaksana, keteladanan, dan penghormatan terhadap hukum yang berlaku.
Momentum kemerdekaan pun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi kesempatan untuk membangun masyarakat yang lebih sehat, berkarakter, berpendidikan, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi bangsa.
Keluarga kuat, generasi berkarakter, masyarakat beradab, dan bangsa yang tangguh menjadi cita-cita yang perlu dibangun bersama.






Leave a Reply