Pemerintah Daerah Diminta Susun RTRW Berdasarkan Mitigasi Bencana

Terasjabar.co – Pemerintah daerah diminta menyusun rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang disesuaikan dengan mitigasi bencana.

Badan Geologi telah mengirimkan peta Kawasan Rawan Bencana (KRB). Hal itu agar menjadi pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam menetapkan tata kota dan wilayah.

“Bencana seperti kejadian gempa bumi belum dapat diperkirakan kapan, dimana, dan berapa besar magnitudonya. Namun, upaya kami dengan melakukan penelitian dan mengkarakterisasi sumber bencana, menghitung besarnya guncangan gempa di suatu daerah secara probabilistik dalam jangka waktu tertentu. Hal itu dapat dijadikan acuan dalam mendesain bangunan di suatu tempat,” ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kasbani di Jalan Diponegoro, Senin (13/8/2018).

Kasbani mengatakan hasil penelitian dari pihaknya dapat dijadikan dasar dalam merevisi RTRW. Peta KRB geologi yang dikeluarkan itu, kata Kasbani, mencakup bencana gempa bumi, tsunami, gunung api dan gerakan tanah.

“Peta ini akan menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk merevisi RTRW-nya,” ujarnya.

Kasbani menyebutkan biasanya dari hasil penelitian pasca bencana, disimpulkan titik-titik mana yang rawan bencana. Dengan demikian, ke depan, disarankan, titik-titik itu tidak lagi dapat dihuni atau didirikan bangunan. Dikhawatirkan bencana serupa kembali datang dengan dampak yang lebih merugikan.

Upaya mitigasi yang dilakukan PVMBG tersebut, lanjut Kasbani, merupakan upaya dalam memetakan dampak risiko. Dalam peta KRB yang dirilis oleh PVMBG, juga dijelaskan beberapa zona yang menitikberatkan pada titik kerawanannya.

Ketika disinggung tingkat kepatuhan pemerintah daerah terhadap peta KRB dan revisi RTRW tersebut, Kasbani tidak menjawab dengan tegas. Akan tetapi, ia menyebutkan daerah sudah melakukan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat tentang bencana yang mungkin terjadi dan bagaimana menghadapinya.

Ia juga menyebutkan sosialiasi juga telah dilakukan terhadap pelaku usaha. Kasbani mengatakan tidak perlu ada ketakutan bagi pelaku usaha terkait kemungkinan terjadi bencana. Namun, dengan adanya sosialiasi tersebut, Kasbani menyebutkan pelaku usaha dapat mulai merencanakan mengurangi dampak dari bencana.

Peneliti di PVMBG Asep Kurnia Permana mengatakan Indonesia ini terletak di zona gempa bumi. Oleh karena itu, harus memahami karakter daerah dan bangunan yang didirikan yang ramah terhadap bencana.

“Kita juga harus mampu mengedukasi masyarakat bila terjadi bencana,” ujarnya.

Kemampuan untuk memahami karakter daerah dan bencana yang mungkin terjadi, dapat mengurangi korban jiwa. Asep menyebutkan salah satu yang sering terjadi adalah pergerakan patahan. Pada 1992, terjadi di Flores dengan jumlah korban jiwa mencapai 200 orang. Terakhir di Lombok Utara yang juga memakan korban yang cukup banyak.

Dikatakan Asep, hasil analisis tim Tanggap Darurat Badan Geologi terjadi kerusakan berat akibat 3 kali gempa di Lombok di tiga lokasi antara lain Dusun Malempo, Desa Obel; Dusun Ketapang, Desa Madayin Kec. Sambelia, dan; Desa Sajang Kec. Sembalun. Di ketiga lokasi tersebut ditemukan retakan-retakan tanah yang berarah barat-timur. Retakan ini yang menyebabkan kerusakan berat pada bangunan yang dilaluinya.

Asep mengatakan sesar naik Lombok Utara itu diperkirakan berasosiasi dengan sesar Naik Busur Belakang Flores yang hingga kini diidentifikasi sebarannya di Laut Flores sebelah utara Pulau Lombok, Sumbawa, Flores, hingga Wetar. Ditambah lagi, adanya likuifaksi atau pelulukan tanah yaitu berkurangnya ikatan antar busur tanah jenuh air akibat goncangan gempa bumi sehingga lapisan jenuh air itu bersifat massa cair.

“Likuifaksi ini mengakibatkan kerusakan pada segala jenis bangunan yang berada di atasnya,” ujar Asep.

Lebih lanjut Kasbani menyarankan bangunan vital, strategis, dan mengundang konsentrasi banyak orang, dibangun dengan mengikuti kaidah-kaidah bangunan tahan gempa bumi.

Ia juga menyarankan bangunan yang terletak pada zona pergeseran tanah dan retakan tanah dalam dimensi besardan panjang agar digeser 20 meter dari retakan utama.

“Selain revisi RTRW, kami juga meminta materi kebencanaan geologi masuk ke dalam kurikulum pendidikan,” kata Kasban.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 + 16 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam