Safari Dakwah di Garut, Cep Yudi Tekankan Balancing Dakwah: Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Harus Berjalan Seimbang
Terasjabar.co – Gerakan dakwah di tengah masyarakat dinilai tidak cukup hanya mengajak kepada kebaikan, tetapi juga harus memiliki keberanian untuk mencegah berbagai kemungkaran. Hal tersebut disampaikan pegiat dan aktivis dakwah nasional Cep Yudi saat menggelar safari dakwah di Kabupaten Garut, Selasa (8/9/2026).
Dalam safari tersebut, Cep Yudi menyambangi dua masjid, yakni Masjid Al Marzuki, Kecamatan Selaawi, dan Masjid Al Basyariah, Kecamatan Kersamanah, Kabupaten Garut.
Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan motivasi bagi para aktivis dakwah dan pengurus LPQQ DPD Kabupaten Garut untuk terus bergerak dalam pengentasan buta aksara Al-Qur’an.
Safari dakwah di Garut tersebut juga merupakan rangkaian kegiatan Cep Yudi setelah sebelumnya memberikan tausiyah motivasi dan sosialisasi LPQQ di Majelis Taklim Al Mujahidin, Karawang Barat.
Dakwah Jangan Hanya Amar Ma’ruf
Di Masjid Al Marzuki, Kecamatan Selaawi, Cep Yudi menyoroti pentingnya strategi percepatan gerakan pengentasan buta aksara Al-Qur’an.
Ia mengajak para aktivis dakwah agar tidak mudah lelah dan tetap istiqamah dalam menjalankan tugas dakwah. Menurutnya, dakwah Al-Qur’an harus terus diperluas hingga menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Namun, ia menegaskan bahwa dakwah tidak boleh berhenti pada ajakan kepada kebaikan semata. Konsep balancing dakwah antara amar ma’ruf dan nahi munkar, menurut Cep Yudi, harus berjalan beriringan.
“Dakwah amar ma’ruf dan nahi munkar harus seimbang. Mengajak kepada kebaikan harus berjalan bersama dengan upaya mencegah kemungkaran,” tegas Cep Yudi.
Ia mengingatkan bahwa ketika kemaksiatan dibiarkan berkembang di tengah masyarakat tanpa adanya upaya pencegahan, dampaknya dapat dirasakan secara luas.
Karena itu, para aktivis dakwah dituntut memiliki kepedulian sosial dan keberanian untuk mengambil peran dalam membangun lingkungan masyarakat yang lebih baik.
Ketakwaan Menjadi Kunci Kebahagiaan
Pesan yang tidak kalah penting disampaikan Cep Yudi saat berada di Masjid Al Basyariah, Kecamatan Kersamanah.
Mengangkat tema kunci kebahagiaan dan kemuliaan manusia, ia menekankan bahwa ketakwaan harus menjadi fondasi utama kehidupan.
Menurutnya, kemajuan masyarakat tidak hanya diukur dari aspek material, tetapi juga dari kualitas spiritual, moral, dan akhlak masyarakatnya.
“Ketakwaan merupakan landasan spiritual yang harus menjadi dasar dalam membangun kehidupan pribadi maupun masyarakat,” ujarnya.

Cep Yudi kemudian mendorong agar berbagai elemen dakwah tidak berjalan sendiri-sendiri. Ia menawarkan gagasan dakwah kolaboratif, di mana berbagai gerakan dakwah dapat saling memperkuat sesuai bidang masing-masing.
Mulai dari dakwah Al-Qur’an, pencegahan pemurtadan, pemberantasan kemaksiatan, edukasi bahaya riba, hingga gerakan perlindungan moral dan keluarga, semuanya dinilai perlu dikolaborasikan dalam satu semangat membangun masyarakat.
Menuju Masyarakat Madani
Menurut Cep Yudi, kolaborasi antarelemen dakwah menjadi semakin penting di tengah kompleksitas persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Dakwah, kata dia, harus mampu hadir bukan hanya di mimbar masjid, tetapi juga memberikan solusi dan pendampingan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi umat.
Dengan kolaborasi tersebut, gerakan dakwah diharapkan mampu membentuk masyarakat madani yang memiliki kekuatan spiritual, kepedulian sosial, serta ketahanan moral.
Safari dakwah di Garut pun menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi para aktivis dakwah dan pengurus LPQQ agar terus bergerak secara istiqamah.
Gerakan pengentasan buta aksara Al-Qur’an diharapkan semakin masif, sementara berbagai elemen dakwah dapat membangun sinergi untuk menghadirkan perubahan positif di tengah masyarakat.
Bagi Cep Yudi, dakwah bukan sekadar aktivitas menyampaikan pesan agama, tetapi merupakan ikhtiar membangun peradaban masyarakat yang berlandaskan Al-Qur’an, ketakwaan, dan akhlak mulia.
Profil Dakwah Cep Yudi
Dalam aktivitasnya di bidang dakwah, Cep Yudi tercatat memiliki sejumlah peran dan gagasan, antara lain: Dewan Penasehat DPP LPQQ Indonesia, Juru Bicara Komnas Anti Pemurtadan, Penggagas Konsep Ekonomi Putih, dan Konseptor Naskah Akademik dan Raperda terkait isu LGBT.
Safari dakwah di Garut menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat gerakan dakwah berbasis Al-Qur’an sekaligus membangun sinergi berbagai elemen untuk mewujudkan masyarakat yang beriman, bertakwa, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.






Leave a Reply