GEMA Bandung Ikut Aksi Gladiator, Desak KPK Tangkap dan Adili Jokowi
Terasjabar.co – Aksi massa bertajuk Gerakan Lintas Aliansi Adili Para Koruptor (Gladiator) digelar di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (2/10/2025). Aksi ini dihadiri aktivis dari berbagai daerah, termasuk Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam aksi tersebut, di antaranya Ketua API Jabar Ustadz Asep Syaripudin (Kang UAS), Rizal Fadilah, SH., MH. serta Ustadz Alfian Tanjung dari Banten. Mereka bersama ratusan peserta aksi menyuarakan desakan agar KPK menindaklanjuti dugaan kasus korupsi yang menyeret nama mantan Presiden Joko Widodo.
Dari Bandung, Gerakan Emak-Emak Bandung (GEMA Bandung) turut menyampaikan sikap resminya melalui siaran pers. Presidium GEMA Bandung menilai bahwa praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) di era kepemimpinan Presiden Jokowi.
“Terjadinya KKN dengan jumlah luar biasa besar di era Jokowi tidak lepas dari pembiaran bahkan dugaan keterlibatan langsung. Sejumlah kebijakan dan proyek besar justru menimbulkan kerugian negara,” demikian pernyataan GEMA Bandung.

GEMA Bandung menyoroti proyek Kereta Cepat Woosh, pembangunan Ibu Kota Negara (IKN), hingga sejumlah proyek strategis nasional maupun swasta yang dijadikan PSN. Mereka menilai proyek-proyek tersebut sarat dengan dugaan penyimpangan dan praktik korupsi.
Selain itu, GEMA Bandung juga menyinggung kasus-kasus dugaan korupsi di lingkungan pejabat pemerintahan dan BUMN, mulai dari Pertamina, dana haji di Kementerian Agama, kasus Chromebook di Kemendikbudristek, hingga kasus judi online yang menyeret nama pejabat Kemenkominfo.
Dalam pernyataannya, GEMA Bandung menyampaikan empat poin sikap:
- Mendesak agar mantan Presiden Joko Widodo segera ditangkap dan diadili.
- Meminta Presiden Prabowo menekan KPK untuk bertindak tegas.
- Menilai jika KPK tidak mampu menjalankan amanah, maka lembaga tersebut sebaiknya dibubarkan atau rakyat yang akan mengambil alih perannya.
- Mengajak seluruh perempuan Indonesia bersatu menyuarakan perlawanan terhadap korupsi demi masa depan anak cucu.
Presidium GEMA Bandung yang menandatangani pernyataan ini terdiri dari Lusiana Mulya, Noor Alam, Ida Farida, Yulia Bhayangkari, Susi Chaer, Lydia Hanafi, dan Ratna NF.
Mereka menegaskan bahwa sikap ini adalah bentuk tanggung jawab moral kaum ibu untuk memperjuangkan kesejahteraan generasi mendatang.






Leave a Reply