Blokade Gaza: Warga Terjebak dalam Krisis Pangan
Oleh:
Suci Arumsari Hidayat
Terasjabar.co – Sejak lebih dari satu dekade terakhir, Jalur Gaza hidup dalam tekanan dan blokade yang mematikan. Blokade darat, laut, dan udara menyebabkan runtuhnya sistem distribusi pangan. Krisis kemanusiaan bukan hanya soal perang, tapi juga soal perut-perut kosong yang menanti uluran tangan.
Fakta di Lapangan 97% air di Gaza tidak layak minum. 4 dari 5 warga hidup di bawah garis kemiskinan. Lebih dari 500.000 anak menderita kekurangan gizi.Banyak keluarga hanya makan sekali sehari, dengan menu seadanya. Anak-anak Gaza: Korban yang Terlupakan Anak-anak menjadi kelompok paling rentan. Mereka kehilangan rumah, pendidikan, dan asupan gizi. Sementara dunia sibuk dengan urusan lain, anak-anak di Gaza tertidur dengan perut kosong (dc.com, 04/07/2025)
Mengapa Dunia Diam? Minimnya sorotan media dan tekanan internasional menjadikan penderitaan Gaza seperti “krisis yang tidak terlihat.” Blokade dipertahankan, bantuan tertahan, dan suara-suara kemanusiaan dibungkam oleh kepentingan politik global.
Di tengah kehancuran akibat perang, warga Palestina yang putus asa kerap harus berjalan berjam-jam melewati medan berbahaya untuk mencapai pusat-pusat distribusi bantuan. Banyak dari lokasi tersebut berada di dalam zona militer yang ditetapkan oleh Israel. Pusat distribusi hanya dibuka dalam waktu singkat, dan informasi mengenai titik kumpul yang aman sering kali tidak jelas.
Apa yang bisa kita lakukan? Dalam sistem Islam, negara (Khilafah) bertanggung jawab langsung atas terpenuhinya kebutuhan dasar rakyat: makanan, keamanan, dan kesehatan.
“Imam adalah pemelihara (ra’in) rakyat dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
“Dan tidak satu pun makhluk bernyawa di bumi melainkan Allah-lah yang menjamin rezekinya…”(QS. Hud: 6)
Solusi Tuntas: Tegaknya Khilafah
Bantuan kemanusiaan penting, tapi tak cukup menghentikan kezaliman. Islam memerintahkan tegaknya sistem politik yang kuat yaitu Sistem Islam. Hanya Sistem Islam yang Berani mengusir penjajah dari bumi Palestina. Menyatukan kekuatan umat mendistribusikan kekayaan untuk seluruh wilayah Islam, termasuk Gaza. Gaza bukan sekadar wilayah, tapi cermin kehormatan umat. Saatnya kita tidak hanya menyumbang, tapi berjuang menegakkan kembali aturan Allah secara kaffah.
“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang beriman dan beramal saleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi…” (QS. An-Nur: 55)
Oleh karena itu, saatnya kita bergerak bersama umat. Cukup sudah umat ini terluka oleh janji-janji palsu dari sistem buatan manusia. Cukup sudah kita berharap pada dunia yang tuli terhadap jeritan Gaza. Sekaranglah waktunya bagi kita umat Muhammad SAW untuk kembali kepada Islam sebagai satu-satunya solusi. Mari bersama menyadarkan umat akan akar penderitaan ini. Menyerukan kebangkitan Islam yang hakiki. Mempersiapkan diri untuk hadirnya kembal Islam. Jangan hanya menjadi penonton sejarah, jadilah bagian dari perjuangan menegakkan kembali kemuliaan Islam di muka bumi.
“Dan katakanlah: Kebenaran telah datang dan kebatilan telah lenyap. Sungguh, kebatilan itu pasti lenyap.” (QS. Al-Isra’: 81)






Leave a Reply