Aturan Jam Malam Bagi Pelajar, Efektifkah?
Oleh:
Eviyanti
(Pendidik Generasi dan Pegiat Literasi)
Terasjabar.co – Baru-baru ini Perda Jawa Barat membuat kebijakan jam malam untuk pelajar. Kebijakan ini di dukung oleh Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Dr. Cecep Suhendar. Beliau mendukung penuh terhadap kebijakan ini.
Seperti yang dikutip oleh media online pikiranrakyat.com, pada hari Rabu (28-05-2025), aturan jam malam untuk remaja itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor 51/PA.03/Disdik tertanggal 23 Mei 2025.
Menurut Cecep Suhendar, dibuatnya kebijakan ini sangat relevan karena untuk membuat pelajar menjadi lebih disiplin serta akan mendorong untuk meningkatkan kualitas generasi muda yang saat ini menurun.
Isi dari surat edaran ini menunjukkan bahwa ketika ingin membuat seorang pelajar mempunyai kedisiplinan, semua itu berawal dari lingkungan keluarga, kemudian lingkungan rumah atau sekitar, hingga ke lingkungan sekolah. Karena kebijakan ini tidak hanya tanggung jawab sekolah, tetapi ada peran aktif orang tua.
Dalam wacananya diberlakukan jam malam pelajar hingga pukul 21:00 dan jadwal sekolah dimulai pukul 06:00. Pemberlakuan jam malam kepada para siswa ini sebagai upaya untuk menghindarkan mereka dari kegiatan malam yang tidak jelas, tidak terpuji, bahkan cenderung mengarah pada tindakan kriminal, dan tetap mengharapkan ada kerjasama dengan keluarga. Namun, pertanyaannya apakah ini merupakan kebijakan yang solutif dan efektif?
Pemerintah membuat kebijakan ini dengan harapan agar para pelajar remaja khususnya, bisa disiplin dan bertanggung jawab. Meskipun itu semua melibatkan peran orang tua sebagai pendidik pertama di dalam keluarga. Ada kekhawatiran dari pemerintah dengan jam malamnya para pelajar.
Namun, kebijakan ini tidak efektif, sebab solusi yang diberikan tidak mendasar dan menyeluruh. Dengan mekanisme pelaksanan yang kurang jelas dan tegas, tentang larangan dan tindakan yang akan diambil serta sanksi tidak menjerakan, menjadikan wacana kebijakan ini hanya sekadar kebijakan saja.
Di sisi lain banyak orang tua yang tidak memiliki kesadaran penuh akan tanggung jawabnya terhadap anak-anak mereka, karena memang kondisi perekonomian yang tidak sejahtera, membuat mereka tetap kembali seperti semula. Mereka para orang tua selalu disibukkan dengan bekerja bahkan tidak sedikit yang kelelahan bekerja, sehingga mereka membiarkan anak-anaknya bergaul begitu saja tanpa ada pengawasan.
Maka solusi komprehensif dari Islam diperlukan sehingga dapat menyasar semua kalangan. Islam akan memperhatikan semua aspek sehingga akan berjalan dengan sempurna tanpa menimbulkan masalah baru. Dalam hal ini ada peran negara yang sangat dibutuhkan untuk menjalankannya.
Ketika negara menerapkan aturan Islam, maka negara akan mendorong individu rakyatnya untuk senantiasa beriman dan bertakwa kepada Allah Swt. serta menjamin semua kebutuhan individu rakyatnya. Sehingga mereka fokus terhadap kewajiban masing-masing. Orang tua akan fokus membesarkan anaknya dengan pola asuh Islam, begitupun anak-anak akan fokus dengan kewajiban mereka sebagai pelajar, menjadi generasi cemerlang.
Negara dengan sistem Islam juga akan mendorong masyarakatnya untuk saling amar makruf nahi munkar. Negara hadir dalam menjaga akidah umat, menjaga keselamatan, menjaga jiwa serta menerapkan sanksi jika ada yang melanggar hukum. Dengan begitu jam malam untuk pelajar tidak diperlukan karena dalam negara Islam semua sudah tersuasanakan dengan sendirinya.
Wallahualam bissawab






Leave a Reply