Hubungan Sumbang: Pengabaian Aturan Allah dalam Sekularisme
Oleh:
Eviyanti
(Pendidik Generasi dan Pegiat Literasi)
Terasjabar.co – Sangat mengerikan fenomena inses di tengah masyarakat kita saat ini. Seperti yang diberitakan oleh banyak media online maupun media massa adanya temuan beberapa grup platform Facebook yang mempromosikan pornografi inses. Namun, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengambil tindakan tegas terhadap beberapa grup Facebook yang memposting konten pornografi yang bersifat incest, yang keberadaannya telah menimbulkan kemarahan publik.
Wakil Menteri Angga Raka Prabowo mengatakan, “Kami telah menghubungi Meta dan platform yang mereka operasikan, yaitu Facebook,” pada hari Jumat (16/5/2025). Dimana salah satu grup tersebut yang mereka beri nama Fantasi Sedarah yang memiliki pengikut ribuan anggota, mereka membagikan pengalaman incest serta fantasi mereka yang menyimpang. Sehingga kecaman pun mengalir ketika keberadaan grup tersebut terungkap ke publik.
Namun saat ini, sudah ada respons dari Meta sendiri terkait keluhan pemerintah serta menghapus akses grup Facebook yang telah mempromosikan konten serupa. Mengutuk penyebaran konten media sosial yang melanggar norma dan hukum nasional, ia mendorong lembaga penegak hukum untuk menyelidiki orang-orang di balik grup-grup tersebut (BisnisUpdate.com, Jumat, 16/5/2025).
Inses atau hubungan sumbang menurut Wikipedia adalah hubungan sedarah atau hubungan sumbang atau inses (bahasa Inggris: incest) adalah hubungan seksual yang dilakukan oleh pasangan yang memiliki ikatan keluarga (kekerabatan) yang dekat, biasanya antara ayah dengan anak perempuannya, ibu dengan anak laki-lakinya, atau antar sesama saudara kandung atau saudara sepihak. Pengertian istilah ini lebih bersifat sosio antropologis daripada biologis (bandingkan dengan kerabat-dalam untuk pengertian biologis) meskipun sebagian penjelasannya bersifat biologis.
Miris sekali, kehidupan masyarakat di negara kita saat ini makin jauh dari agama. Bahkan klaim sebagai negara religius pun tidak pantas. Ini adalah salah satu gambaran buruk bahkan paling keji dari sekularisme yang menjauhkan serta pengabaian agama dari aturan Allah. Sehingga menghasilkan masyarakat yang bebas tanpa aturan, mereka hanya mementingkan pemuasan nafsu individu belaka, bahkan seperti binatang. Ketahanan keluarga muslim saat ini telah rusak bahkan runtuh tergerus oleh sistem buatan manusia yang rusak dan merusak.
Inilah buah penerapan sekularisme kapitalis. Tanpa agama maka yang berkuasa adalah hawa nafsu yang telah melemahkan dan menyesatkan akal manusia. Bahkan sekuler kapitalisme dengan liberalisasinya telah merusak sendi-sendi kemuliaan manusia. Negara yang seharusnya menjadi pelindung rakyatnya, kadang justru kebijakan-kebijakan yang dibuat telah merusak dan meruntuhkan keluarga.
Islam adalah jalan hidup sahih, yang mengatur semua urusan manusia dan menjadikan rakyat sebagai pelaksana hukum syarak. Dalam Islam, negara diwajibkan untuk mengurus rakyatnya di semua aspek kehidupan. Termasuk menjaga norma-norma keluarga dalam sistem sosial dan menjaga keutuhan keluarga dengan Islam. Inses dalam Islam jelas-jelas hukumnya haram dan wajib kita jauhi.
Negara dalam Islam akan menyiapkan berbagai langkah pencegahan akan hal ini, diantaranya:
- Negara akan membangun kekuatan iman dan takwa masyarakatnya.
- Menutup berbagai celah yang akan merusak serta terjadinya keburukan ini.
- Adanya amar makruf nahi mungkar. Ini akan menjadi lapisan kedua dalam menjaga agar manusia tetap mulia.
- Adanya sistem sanksi yang tegas dan menjerakan, menjadi penebus bagi pelakunya. Sehingga kesucian keluarga akan tetap terjaga.
- Adanya kebijakan negara yang melarang dan memberantas bibit-bibit perilaku buruk, sehingga umat akan jauh dari berbagai pelanggaran hukum syarak.
Wallahualam bissawab






Leave a Reply