Tekan Angka Perceraian, BP4 Jabar dan Pengadilan Tinggi Agama Bandung Gelar Audiensi
Terasjabar.co– Dalam upaya menekan angka perceraian di Provinsi Jawa Barat, Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Provinsi Jawa Barat menggelar audiensi dengan Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bandung, Kamis (27/02/2025). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor PTA Bandung ini menjadi ajang diskusi strategis untuk memperkuat sinergi antara kedua lembaga dalam pelestarian perkawinan.
Audiensi antara Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bandung dan Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Provinsi Jawa Barat dihadiri oleh jajaran pimpinan dari kedua lembaga. Dari PTA Bandung, hadir Wakil Ketua PTA Bandung, Drs. Asrofi, S.H., M.H., serta para Hakim Tinggi, Dr. H. Abd. Latif, M.H., dan Drs. H. Bakti Ritonga, S.H., M.H. Turut serta dalam pertemuan ini Panitera PTA Bandung, Dr. H. Ma’sum Umar, S.H., M.H., Sekretaris PTA Bandung, Muhammad Taufiqurrahman, S.Ag., M.H., Panitera Muda Hukum, Rahmat Setiawan, S.H., serta Panitera Muda Banding, Drs. Sidik Widyaksa.
Sementara itu, dari BP4 Provinsi Jawa Barat, hadir Ketua BP4, Prof. Dr. H. Encup Supriatna, M.Si., didampingi oleh Wakil Ketua I yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Urais Kanwil Kemenag Jabar, Dr. H. Ohan Burhan, M.Pd.I., Bendahara BP4 Jabar, Dr. H. Kadar Nurjaman, SE., MM., Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan, Prof. Dr. Hj. Lilis Sulastri, S.Ag., MM., Avid Leonardo Sari, M.Ps. Sp., MM. dari Bidang Mediasi dan Advokasi Perkawinan, Ketua Bidang Kerjasama dan Usaha, Dra. Hj. Lela Rochmatin Emod, M.M.Pd., dan H. Irwandi, S.Sos., SE., M.Ag., yang juga dari Bidang Kerjasama dan Usaha.
Acara diawali dengan sambutan dari Ketua PTA Bandung yang menyoroti tingginya angka perceraian di Jawa Barat dan perlunya pendekatan kolaboratif dalam menangani permasalahan ini. Hal ini kemudian diperkuat oleh sambutan Ketua BP4 Jabar, yang memaparkan berbagai program BP4 dalam mendukung ketahanan keluarga, termasuk mediasi perkawinan, konseling pasangan, serta edukasi pranikah.

Selain diskusi dan pertukaran gagasan, pertemuan ini juga menjadi momentum bagi kedua lembaga untuk membangun kerja sama yang lebih konkret. Salah satu agenda penting yang dibahas adalah skema integrasi program penasihatan perkawinan BP4 ke dalam proses hukum di Pengadilan Agama. Hal ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif dalam menyelamatkan lebih banyak rumah tangga dari perceraian.
Sebagai tanda keharmonisan kerjasama, dilakukan psesi foto bersama. Audiensi kemudian ditutup dengan diskusi mendalam mengenai langkah-langkah yang akan diambil dalam waktu dekat guna mewujudkan pernikahan yang lebih harmonis dan berkelanjutan di Jawa Barat.
Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan sinergi antara BP4 Jabar dan PTA Bandung dapat semakin erat, sehingga angka perceraian dapat ditekan melalui pendekatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.






Leave a Reply