Loyalis Moeldoko Sebut AHY Seret Jokowi dalam konflik Demokrat, Irfan Suryanagara: Yang Ingin Mempermalukan Jokowi Jelas Moeldoko
Terasjabar.co – Juru bicara kubu KSP Moeldoko Muhammad Rahmad mengatakan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah mendiskreditkan pemerintahan Presiden Jokowi dengan menyeret Jokowi dalam konflik Demokrat.
Sebelumnya, AHY dari Amerika Serikat menyebut nama Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresidenan atau KSP dalam kisruh Partai Demokrat.
Menanggapi hal itu, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat Ir. Irfan Suryanagara, M.IPol. mengatakan, justru Moeldoko lah yang telah mencoreng nama Presiden Jokowi karena menggunakan kekuasaan untuk meyakinkan gugatan AD/ART Demokrat di MA agar dimenangkan. Tetapi faktanya gugatan tersebut ditolak oleh MA.
Irfan menegaskan sikap Partai Demokrat jelas menghormati Presiden Jokowi. Demokrat, kata Irfan, akan selalu mengawal pemerintahan Jokowi hingga 2024.
“Jika ada kebijakan yang kurang baik untuk rakyat, maka tentu kami dari Partai Demokrat akan mengkritisi. Sedangkan jika ada kebijakan yang baik dan bermanfaat untuk rakyat, tentu akan kami dukung,” kata Irfan kepada Terasjabar.co, Minggu (14/11/2021).
“Yang ingin mendiskreditkan dan mempermalukan Bapak Presiden Joko Widodo itu jelas-jelas Moeldoko dan kawan-kawan dengan segala tindak tanduknya, bukan Partai Demokrat,” tambah Irfan.
Alasannya, kata Irfan, Moeldoko diberikan tanggung jawab besar oleh Presiden Joko Widodo selaku Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Posisi yang cukup strategis dan terhitung dekat dengan Presiden. Bahkan, dalam beberapa hal, bisa dianggap mewakili Presiden.
Seharusnya, menurut Irfan, Moeldoko berusaha dengan keras menjaga nama baik Presiden, dengan tidak melakukan perbuatan tercela.
“Kenyataannya? Malah berperilaku tidak patut, tidak bermoral, dan tidak layak dijadikan contoh dengan menjadi begal politik, berusaha merampas kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa, secara ilegal, melanggar norma-norma kepatutan dan aturan hukum. Benar-benar tidak menghargai dan menjaga muka Bapak Presiden yang sudah mempercayakan posisi sestrategis KSP kepada Moeldoko,” jelasnya.
Bahkan kata Irfan, saat ini Presiden Jokowi sedang fokus menangani pandemi Covid-19 dan bencana alam. Moeldoko selaku KSP bukannya fokus bantu Presiden, malah bekerja paruh waktu berusaha merebut kepemimpinan sah Partai Demokrat di bawah ketum AHY dengan cara-cara ilegal.
“Padahal, seharusnya Moeldoko fokus saja dengan tugasnya selaku KSP. Fokus 100 persen saja belum tentu menunjukkan kinerja yang baik, apalagi banyak sambilan begini? Lagi-lagi, langkah Moeldoko begini malah membuat susah Presiden. Jadi beban ini kelakuan Moeldoko bagi Presiden,” sindirnya.





Leave a Reply