Kabupaten Ciamis Bertekad Menjadi Kabupaten Penghasil Gula Aren Terbesar di Jawa Barat

Terasjabar.co – Habitat pohon aren dapat dimanfaatkan dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup dan secara ekonomi meningkatkan taraf hidup masyarakat. Pohon yang satu ini selain berfungsi sebagai tanaman konservasi, juga berfungsi sebagai tanaman produksi yang menghasilkan berbagai produk dan produk turunan seperti Gula Aren, Kolang Kaling, Sapu Lidi, Aci Kawung dan masih banyak lagi.

Hal tersebut di katakan Sekjen Forum Komunikasi Untuk Kepedulian Gunung Sawal (FOKKUS) Kabupaten Ciamis, Endang kepada Terasjabar.co, Kamis, (19/3/2020).

Pohon aren mempunyai perakaran yang dapat mencapai kurang lebih enam meter pada kedalaman tanah dan memiliki sifat melebar keseluruh arah, hal ini tentu akan sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya erosi tanah dan longsor. Selain itu daunnya yang cukup lebat dengan batang yang tertutup lapisan ijuk, sangat efektif menahan hempasan air hujan secara langsung kepermukaan tanah.

Dengan memperhatikan dan mempelajari habitat Pohon Aren (Kawung) maka 15 orang warga sekitar gunung Sawal, berinisiatif untuk menjaga dan  kaki gunung sawal dengan maksud selain untuk konservasi  juga dalam rangka untuk menjaga ketersediaan Air untuk daerah Ciamis dan Tasikmalaya.

Penanaman perdana sebagai  Pilot projeck dilaksanakan di dusun Sukadana Desa Sukawening Kec. Cipaku. Kab. Cismis. Pada tanggal  29 Desember 2019 di lahan kawasan perhutani sebagai  lahan serapan air, untuk mengantisipasi kekeringan, kebanjiran dan longsor dlm mewujudkan “Air sebagai sumber kehidupan”.

Pada penanaman perdana tersebut yang dilaksanakan Swadaya Komunitas FOKUS bersama masyarakat lainnya, Fokkus mengundang Pemerintah Kabupaten Ciamis Alhamdulillah perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Ciamis hadir. Menyaksikan dan mengikuti penanaman perdana tersebut.

Dengan hadirnya unsur Pemerintahan kami yang tergabung dalam Komunitas FOKKUS menjadi semangat terlebih lebih masyarakat satu dua sudah mulai mengerti akan perlunya melakukaan konservasi di sekitar Gunung Sawal , sampai saat ini bibit Kawung sudah tertanam sebanyak  2.200 pohon, x rp. 30.000,–  biaya masih swadaya Fokkus, harga 30,000,-/pohon itu harga pembibitan dan perawatan  serta biaya penanaman, biaya survei, perawatan, pemumukan  setiap 3 bulan sekali belum termasuk.

Lebih lanjut Endang  mengatakan suka dukanya menjadi Tim Penggerak Lingkungan, karena untuk menumbuhkan masyarakat untk menciantai alam dengan cara menanam  pohon kawung  bukan pekerjaan yang enteng, karena  masyarakat masih melihat pohon kawung dengan sebelah mata, tidak melihat manfaatnya pohon  kawung yang sangat luar biasa semua bagian pohon kawung mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi.

Didasari kecintaan terhadap Gunung Sawal, pihaknya saat ini sedang melaksanakan penyemaian/pembuatan bibit pohon Kawung di 2 tempat yaitu di Dusun Cikandung, Desa Jalatrang Kec Cipaku Kab Ciamis,  dan Dusun Singkup Desa Medanglayang Kec Panumbangan Kab Ciamis.

Untuk itu pihaknya memohon kepa Pemerintah Kabupaten Ciamis dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memberikan perhatian kepada kegiatan yang dilaksanakannya karena  yang akan kami garapan  meliputi  9 kecamatan 32 Desa di sekitar gunung sawal menjadi skalaprioritas pengembangan pohon Kawung Guna mewujudkan “Gunung sawal lestari, masyarakat sekitarnya sejahtera”.

“Apabila ini sukses Kabupaten Ciamis lima tahun ke depan  akan menjadi  Penghasil Gula Aren terbesar di Jawa Barat,” pungkas Endang.

*** Ocid Sutarsa

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *