Lima Bulan Beroperasi Mesin Parkir Bandung Hanya Hasilkan Rp. 1,4 M

Terasjabar.co – Keberadaan mesin parkir di Kota Bandung saat ini sedang menjadi sorotan. Sebab dengan nilai pengadaan yang mencapai puluhan miliar tidak sebanding dengan pendapatan yang hanya mencapai Rp 1,4 miliar selama lima bulan.

Kepala Unit Pengelola Parkir (UPP) Dishub Kota Bandung Nasrul Hasani mengatakan tahun lalu pendapatan yang diperoleh dari parkir hanya mencapai total Rp 6 miliar. Jumlah tersebut didapat dari keseluruhan pendapatan parkir konvensional menggunakan tiket maupun mesin parkir.

“Kalau dari mesin parkir total pendapatan sekitar 1,4 miliar. Kita baru operasikan pada Agustus 2017 atau sekitar lima bulan,” ujar Nasrul saat ditemui di kantornya Jalan Babatan, Kota Bandung, Senin (23/4/2018).

Baca Juga: Pjs Wali Kota Bandung Bakal Evaluasi Mesin Parkir

Saat ini di Kota Bandung terdapat 445 mesin parkir. Dari jumlah tersebut ada 70 unit yang tidak efektif. Untuk itu 70 unit tersebut rencananya akan dipindah ke tempat yang lebih efektif agar bisa mendongkrak pendapatan.

“Kita rencana mau melakukan relokasi beberapa mesin parkir. Saat ini masih proses evaluasi berapa dan di mana saja yang tidak efektif,” katanya.

Baca Juga: Mesin Parkir Tak Berfungsi, Dewan Segera Panggil Dishub Bandung

Nasrul mengatakan saat ini terdapat 10 titik yang mesin parkir yang sangat potensial, di antaranya Jalan Oto Iskandardinata, Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Ahmad Yani. Sementara yang kurang potensial berada di Jalan Taman Pramuka, Jalan Cihapit dan Jalan Cimanuk.

Baca Juga: Kadishub Salahkan Warga dan Cium Aroma Politis dalam Polemik Mesin Parkir Bandung

“Kalau kita lihat tren-nya memang yang baik itu di pusat kota dan daerah pertokoan. Paling banyak penggunanya juga ternyata mobil besar seperti truk. Itu yang sedang kita dalami soal fenomena itu,” ucapnya.

Menurut Nasrul sejauh ini keberadaan mesin parkir sudah cukup baik untuk menambah pendapatan dari sektor parkir.

“Target kita tahun ini Rp 118 miliar. Memang cukup sulit tercapai, tapi kita optimistis tahun ini dua kali lipat dari Rp 6 miliar bisa tercapai. Terlebih tahun lalu, lima bulan mesin parkir bisa menyumbang sampai Rp 1,4 miliar. Sekarang sudah pasti bisa bertambah,” ujar Nasrul.

Bagikan :

Leave a Reply

One thought on “Lima Bulan Beroperasi Mesin Parkir Bandung Hanya Hasilkan Rp. 1,4 M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 + 1 =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital