Dorong Pendidikan Karakter Melalui Program Jabar Masagi

Terasjabar.co – Program Jabar Masagi terus berusaha mendorong komunitas guru untuk aktif mengembangkan pola ajar berbasis pendidikan karakter, salah satu dengan menjalin komunikasi di Class Series 2019, Komunitas Guru Masagi.

Sebanyak 163 orang guru dari PAUD hingga SMK/SMK terlibat langsung dalam diskusi yang terbagi dalam empat kelas berbeda.

Kemarin para guru membahas tema Guru Indonesia Butuh Apa? Yang disampaikan Kepala Kampus Guru Cikal, Budi Setiawan M Psi.

Community Mobilizer Guru Masagi, Roswita Amelinda, M Psi mengatakan, kegiatan itu merupakan lanjutan dari lompatan awal pertemuan komunitas guru, penggerak dan pengembangan guru serta siswa SMA/SMK se-Kota Bandung di aula Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Dinas Pendidikan Jawa Barat.

Roswita mengatakan, saat ini Jabar Masagi menggunakan dua cara. Baik formal mau pun informal dalam melakukan pendekatan kepada guru.

“Untuk formal yang mendapatkan pelatihan khusus, tetap berjalan. Yang informal melalui jalur komunitas juga berjalan,” kata Roswita, di Bandung, kemarin.

Dengan menggandeng komunitas diharapkan mereka mampu mempraktikan praktik baik dan positif di sekolah tanpa ada tekanan.

Termasuk merangsang guru yang mau berubah dan berusaha untuk meng-upgrade pengetahuan pengenai pola ajar yang baik.

“Di tahun pertama ini, guru ini kumpul dulu. Kemudian diselaraskan dengan teman-teman komunitas yang memiliki banyak program pendidikan karakter,” katanya sambil menambahkan, saat ini pihaknya masih mengumpulkan list dari guru hingga komunitas yang mau bekerjasama dengan Jabar Masagi.

Wakil Ketua Tim Program Jabar Jabar Masagi Erwan Nizwarudin S.Psi., M.PubPolMgt mengatakan, dengan pola yang dibangun pihaknya berharap ada sistem pengembangan guru yang lebih efektif.

“Sebenarnya tidak hanya guru, tapi juga sekolah,” kata Erwan.

Menurut dia, meski ujung tujuannya adalah siswa, tapi siswa sendiri tidak bisa maju sendiri. Perlu ditopang tenaga guru, kepala sekolah, pegawas dan sekolah yang mendukung siswa menjadi bagja (bahagia).

“Pola ini ditawarkan lebih meaningful (berarti). Guru yang hadir adalah guru yang memang mau, bukan disuruh atau ditugaskan. Mereka ini, mereka yang benar-benar mau menerapkan pola pendidikan karakter di sekolah. Terkait dengan posisi dinas, sebenarnya sangat strategis, tidak harus melulu semua secara langsung dilakukan oleh dinas tapi bagaimana dinas mengelola sekian banyak stakeholder untuk mengerjakan bersama,” tuturnya.

Kepala Kampus Guru Cikal, Budi Setiawan M.Psi mengatakan, tantangan yang ada selama ini antara kebutuhan guru dan pemerintah itu kerap tidak nyambung. Sebab, pemerintah tidak pernah memetakan kebutuhan guru berdasarkan wilayah.

“Jadi kalau ada program itu hanya turun dari langit. Guru nerima begitu saja. Sehingga tidak menyelesaikan persoalan-persoalan pendidikan yang real dihadapi guru di sekolah,” kata Budi.

Menurut dia, ada empat kunci pengembangan guru. Pertama, kemerdekaan guru. Guru perlu merdeka belajar. Perlu menentukan tujuan mengajar dan lain-lain.

“Dan di Indonesia sendiri, kemerderkaan guru itu tidak ada. Sebab, semuanya diarahkan. Dan Jabar Masagi ini menarik. Sebab, tidak memberikan instruksi, mereka hanya membuka pengumuman untuk guru dan ternyata banyak guru yang datang atas kemauan mereka,” katanya.

Menurut dia, seharusnya pemerintah bisa memberikan pola yang sama seperti Jabar Masagi.

“Di Jabar Masagi, bagi saya, guru mendapatkan kemerdekaannya,” tegasnya.

Kedua, kompetensi. Ini menjadi sangat general di antara guru di Indonesia.  Ketiga, kolaborasi.

Di sini guru berkesempatan untuk berkomunitasi antar guru, belajar antar guru, hingga berbagi praktik baik sesama guru di luar wilayah.

“Terkait guru, selama ini seratus persen kompetisi. Kolaborasinya tidak ada, gotong royongnya tidak ada,” urainya.

Keempat jenjang karir tersebut, Budi mengungkapkan, karir bagu guru saat ini masih sebatas menjadi kepala sekolah. Padahal, banyak hal yang bisa dijadikan pengembangan karir untuk guru itu sendiri. Seperti menjadi penulis dan lain sebagainya.

“Sementara karir itu di zaman sekarang, karir tidak hanya berhenti di kepala sekolah, karir itu bisa menjadi penulis buku, bisa membuat desain pembelajaran juga bagian dari karir. Dan sudah banyak guru-guru yang membuktikan bahwa mereka bisa mengaktualisasikan potensi, bisa menghasilkan pendapatan sendiri dari menjadi penulis buku,” katanya sambil menambahkan, baru sekitar satu persen guru se-Indonesia yang memaksimalkan potensinya.

Sementara itu, Guru SMAN 1 Bandung, Dita Roshida, 23,  mengaku, sangat tertarik dengan kelas di Jabar Masagi sebab kompetensi dirinya masih dirasa kurang.

“Yang saya ekspektasikan di awal akhirnya benar. Akhirnya, punya link untuk bisa belajar lebih. Sebab, saya merasa kompetensi diri saya kompetensinya masih kurang,” kata dia.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 − three =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam