Imam Muda 12 Tahun Pimpin Qiyamul Lail, Warnai I’tikaf 10 Hari Terakhir Ramadhan di Jatinangor
Terasjabar.co – Suasana khusyuk dan penuh semangat ibadah mewarnai pelaksanaan i’tikaf 10 hari terakhir bulan suci Ramadhan di Masjid Al Insyirah. Kegiatan yang telah memasuki tahun kedua ini menghadirkan sosok inspiratif, yakni imam muda berusia 12 tahun, Muhammad Faqih Jundulloh.
Faqih, yang merupakan generasi keempat dari keluarga Al Bahrum Limbangan Garut, dipercaya menjadi imam Qiyamul Lail selama delapan kali pelaksanaan. Setiap sesi berlangsung pukul 02.30 hingga 03.30 WIB, dengan bacaan mencapai sekitar setengah juz atau 10 halaman Al-Qur’an. Secara keseluruhan, ia telah melantunkan hingga empat juz selama program berlangsung.

Saat ini, Faqih tercatat sebagai santri kelas 7 di Pontren Daarul Mutqin. Kemampuannya memimpin ibadah di usia muda diharapkan menjadi motivasi untuk menyelesaikan hafalan 30 juz secara mutqin di masa mendatang.
Kegiatan i’tikaf ini dipimpin oleh Asep Syaripudin, pengasuh Tahfizhul Qur’an Limbangan Garut sekaligus Ketua Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat. Acara secara resmi dibuka oleh Ketua DKM Masjid Al Insyirah, Hervan Rivano, pada Senin, 19 Ramadhan 1447 H.
Peserta i’tikaf berasal dari berbagai daerah seperti Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Sumedang, meskipun belum seluruhnya mengikuti i’tikaf secara penuh (menetap 10 hari di masjid).
Rangkaian kegiatan berlangsung intensif dan terstruktur. Sejak ba’da Subuh hingga menjelang siang, jamaah melaksanakan ibadah mandiri. Kemudian dilanjutkan pembelajaran Bahasa Arab dan ilmu Nahwu Shorof yang dibimbing oleh Luki Sambas.
Pada malam hari, selepas shalat Tarawih hingga dini hari, jamaah mengisi waktu dengan tadarus Al-Qur’an, kajian, dan tadabbur Al-Qur’an yang mengaitkan sirah nabawiyah dengan konteks kekinian. Kajian ini mendapat antusiasme tinggi, terutama dari kalangan pemuda dan mahasiswa yang turut hadir meskipun tidak mengikuti i’tikaf secara penuh.
Puncak kegiatan malam ditutup dengan Qiyamul Lail yang dipimpin langsung oleh Faqih, dilanjutkan sahur bersama dan shalat Subuh berjamaah.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana peningkatan spiritual, tetapi juga ruang pembinaan generasi muda Islam yang berkarakter Qur’ani. Diharapkan, semangat ibadah dan kebersamaan ini dapat terus berlanjut dan dipertemukan kembali pada Ramadhan berikutnya.






Leave a Reply