Pengajian Bulanan KH. Asep Syaripudin di Masjid Al Bahrum Berlangsung Khidmat

Terasjabar.co – Pengajian bulanan bersama KH Asep Syaripudin atau yang akrab disapa Kang UAS berlangsung khidmat dan penuh antusias di Masjid Jami’ Al Bahrum, Kampung Ikar, Desa Pasirwaru, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Ahad (1/2/2026). Kegiatan yang digelar pada 13 Sya’ban 1447 H tersebut mengangkat tema Tadabbur Surat Al Baqarah ayat 183–184 sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan suci Ramadan.

Pengajian yang dimulai pukul 13.30 hingga 15.00 WIB itu dihadiri para santri Tahfizhul Qur’an Al Bahrum, para pembimbing, serta masyarakat sekitar. Acara diawali dengan tasmi’ Al-Qur’an oleh tiga santri Tahfizhul Qur’an Al Bahrum, yakni Shafa, Reva, dan Alifa. Suasana semakin syahdu dengan lantunan shalawat yang dibawakan oleh Teh Nisa, salah satu pembimbing santri.

Tadabbur Surat Al Baqarah ayat 183–184 diawali dengan pembacaan tilawah oleh Bu Nining dan saritilawah oleh Teh Resva. Dalam tausiyahnya, KH Asep Syaripudin mengajak jamaah untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadan dengan sungguh-sungguh melalui peningkatan ilmu dan amal. Ia menekankan pentingnya semangat “Mari Berilmu Sebelum Ramadan” sebagai bekal mengisi bulan suci secara maksimal.

Sebelum pengajian, sejak pagi hingga siang hari, kegiatan Pekan Santri telah dilaksanakan. Kegiatan diawali dengan shalat tahiyyatul masjid, shalat dhuha, serta doa sebelum belajar. Selanjutnya para santri mengikuti pembelajaran Sirah Nabawiyah, Bahasa Arab, Tahsin, dan setoran hafalan Al-Qur’an.

Kepada Terasjabar.co, KH Asep Syaripudin yang juga pengasuh Santri Tahfizhul Qur’an Al Bahrum menyampaikan bahwa lembaga tahfizh yang dipimpinnya baru berjalan sekitar enam bulan. Saat ini jumlah santri mencapai 86 orang, mulai dari siswa kelas 2 sekolah dasar hingga usia sekolah lanjutan atas. Beberapa santri bahkan telah berhasil menghafal Juz 30.

“Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di masjid-masjid, rumah-rumah Qur’an, dan majelis taklim yang tersebar di kampung-kampung Desa Pasirwaru. Sementara evaluasi dan pemantauan perkembangan santri dilakukan dua pekan sekali di Masjid Al Bahrum,” ujarnya.

KH Asep juga menyampaikan bahwa seluruh kegiatan Tahfizhul Qur’an Al Bahrum diberikan secara gratis. Para santri tidak dipungut iuran apa pun, bahkan difasilitasi Al-Qur’an, makanan, serta camilan setiap pertemuan. Kegiatan belajar dimulai pukul 08.00 WIB hingga ba’da Dzuhur, dengan tambahan pembelajaran hingga waktu Ashar bagi santri tingkat SMP dan SMA.

“Alhamdulillah, antusiasme santri sangat tinggi. Perkembangan mereka terlihat dari adab yang semakin baik, kedisiplinan ibadah, serta kesiapan hafalan setiap pekannya,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sejak awal berdirinya Tahfizhul Qur’an Al Bahrum, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari unsur pemerintahan setempat. Peresmian awal dihadiri Camat Limbangan, Kepala Desa Pasirwaru, serta para ketua RW dan RT. Camat Limbangan, Guriansyah Sukiran, bahkan berharap Desa Pasirwaru dapat berkembang menjadi Kampung Qur’an.

Mengakhiri perbincangan, KH Asep Syaripudin menyampaikan harapannya agar ke depan Tahfizhul Qur’an Al Bahrum dapat dikembangkan secara bertahap menjadi sistem berasrama atau pondokan. “Mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar cita-cita ini dapat terwujud,” pungkasnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve + nineteen =