TIKET SATU KALI JALAN

Oleh:
Ganjar Kurnia

Terasjabar.co – Kalau berpikir agak tenang dan sedikit takut, hidup ini mirip perjalanan jauh dengan tiket sekali jalan. Kita semua sudah naik kendaraan sejak lahir, tetapi anehnya banyak yang sibuk memilih warna koper, merek sepatu, tempat duduk dekat jendela, sementara lupa membaca tujuan akhirnya mau ke mana. Padahal di depan sana ada satu pos pemeriksaan yang tidak bisa dinegosiasikan: Kematian.

Tidak ada jalur VIP. Tidak ada kartu anggota prioritas. Tidak ada “saya kenal pejabat sana”. Malaikat tidak bisa disogok dengan parsel lebaran, termasuk dengan amplop yang isinya hasil rapat gelap. Di pintu kubur, semua orang turun dengan wajah masing-masing. Menteri, petani, profesor, pedagang, penyair, selebgram, ketua panitia, bendahara yang hilang saat laporan keuangan, semuanya dipanggil satu-satu. Tidak memakai pengeras suara, tetapi pasti terdengar sampai ke sumsum.

Kematian itu gerbang pertama sebelum bertemu Allah. Kita boleh pura-pura tidak melihatnya. Boleh menutupinya dengan kalender kerja, agenda rapat, jadwal arisan, rencana liburan, atau debat kusir di grup WhatsApp. Tetapi gerbang itu tetap berdiri di sana. Diam. Tidak marah. Tidak berteriak. Hanya menunggu dengan kesabaran yang sangat.

Lucunya, manusia paling pandai mempersiapkan hal-hal yang belum tentu terjadi, tetapi lalai mempersiapkan yang pasti terjadi. Mau perjalanan tiga hari ke luar kota, persiapannya bisa seperti ekspedisi ke planet Mars: baju dihitung, obat dibawa, charger cadangan masuk tas, sandal hotel dipertimbangkan secara filsafati. Tetapi untuk perjalanan paling panjang, yang tidak ada tiket pulang, hanya disiapkan dengan kalimat pendek: “Nanti saja.”

“Nanti saja” ini, adalah makhluk halus paling rajin dalam hidup manusia. Ia duduk di pojok hati sambil mengipas-ngipas kemalasan. Mau taubat, nanti setelah tua. Mau memperbaiki hubungan dengan orang lain, nanti kalau suasana enak. Mau berhenti dari kebiasaan buruk, nanti setelah proyek selesai. Padahal umur tidak perah menunggu proyek.

Maka pertanyaannya memang bukan “kapan?” Sebab “kapan” adalah rahasia langit. Kita tidak diberi jadwal, mungkin karena kalau diberi jadwal manusia malah menunda taubat sampai H-1. Bayangkan kalau kematian diumumkan seperti jadwal keberangkatan kereta: “Penumpang atas nama Fulan, tujuan akhirat, harap bersiap di peron tiga.” Bisa-bisa sehari sebelumnya baru sibuk minta maaf, bayar utang, menghapus riwayat pencarian, dan bersedekah dengan heboh.

Pertanyaan yang lebih wajar adalah: sudah sejauh mana persiapan kita? Persiapan itu bukan berarti hidup menjadi murung terus-menerus. Bukan pula berjalan dengan wajah seperti papan pengumuman kuburan. Justru orang yang ingat kematian seharusnya lebih lembut kepada hidup. Ia tahu waktu sedikit, maka tidak terlalu banyak membuangnya untuk dendam. Ia tahu semua akan ditinggalkan, maka tidak terlalu rakus menggenggam. Ia tahu dunia hanya persinggahan, maka tidak membangun istana segede stasiun bus sambil marah-marah kepada penumpang lain.

Dunia memang penting. Kita tetap perlu bekerja, mencari nafkah, mendidik anak, membayar listrik, mengurus sawah, kampus, kantor, dan segala keperluan hidup. Tetapi jangan sampai dunia yang sementara ini kita perlakukan seperti rumah abadi, sementara akhirat yang kekal kita anggap seperti kabar burung. Jangan sampai kita begitu teliti menghitung saldo, tetapi lupa menghitung luka yang pernah kita buat. Jangan sampai rumah kita rapi, rekening kita tertata, jadwal kita penuh, tetapi hati kita berantakan seperti terminal setelah hujan.

Pada akhirnya, kita semua sedang berjalan menuju gerbang pertama. Tidak perlu pura-pura paling siap, sebab siapa pun pasti gemetar membayangkannya. Tetapi gemetar yang baik adalah gemetar yang membangunkan, bukan yang membuat kita lari ke hiburan tanpa ujung.

Semoga ketika giliran itu tiba, kita tidak datang sebagai penumpang yang kosong bekal, sibuk membawa koper dunia yang ternyata tidak boleh dibawa masuk. Semoga Allah menutup usia kita dalam iman, memudahkan fase-fase setelah kematian, melapangkan jalan pulang, dan mengumpulkan kita di surga-Nya.

Hidup ini bukanlah sekadar perjalanan dari lahir ke tua. Hidup adalah perjalanan dari lupa menuju ingat. Dan kematian, betapa pun sunyinya, adalah pintu gerbang yang pasti harus dilalui.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve + eight =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam