Selamatkan Generasi dengan Islam
Oleh:
D Budiarti
(Aktivis Dakwah)
Terasjabar.co – Berbagai survei menyebutkan generasi Z di Indonesia paling banyak mengalami kecemasan dan gangguan mental. Hampir setengah dari Gen Z yang mengalami gangguan kesehatan mental mengaku percaya pada layanan profesional seperti konsultasi, terapi, hingga penggunaan obat sebagai cara untuk pulih. Faktor pemicunya pun beragam. Kekhawatiran terhadap masa depan menjadi pemicu utama gangguan mental, dengan proporsi mencapai 60%. Hal ini menunjukkan adanya ketidakpastian yang besar terkait karier, stabilitas ekonomi, hingga kondisi global. Pengaruh medsos, tekanan sosial, dan ekspektasi sosial turut andil dalam menyebabkan gangguan mental pada generasi. Dikutip dari data.goodstats.id (8/4/2026)
Fenomena ini menggejala di seluruh dunia, dengan ketidakpastian karir dan masa depan membuat Gen Z bersikap lebih skeptis. Namun, dari kondisi tersebut muncul gelombang resistensi yang diprediksi mampu menjadi titik balik bagi generasi ini.
Krisis multidimensi yang melanda dunia hari ini jadi pemicu utama kecemasan Gen Z. Hal ini terjadi, tidak jauh dari peranan sistem yang terapkan saat ini, yaitu sekuler kapitalis. Potensi mereka sebagai pemuda dilemahkan dengan berbagai hal yang merusak jati diri melalui peradaban sekuleristik kapitalistik. Sistem ini menitik beratkan standar kebahagiaan adalah materi dan memicu rasa individualis di masyarakat. Pandangan bahwa seseorang yang sukses bergelimang harta dan dipenuhi nikmat dunia telah membuat arti bahagia hanya sebatas materi. Segala cara akan dilakukan untuk memenuhi hal ini tanpa memperdulikan halal dan haram.
Abainya riayah negara terhadap generasi menambah parah kondisi ini. Alih-alih dirangkul, generasi muda justru seringkali mendapat stigma buruk dari generasi di atasnya. Di sisi lain, kecemasan dan sikap kritis Gen Z bisa menjadi peluang perubahan untuk mereka bangkit menuju kondisi yang lebih ideal.
Islam sebagai solusi dari krisis yang melanda dunia hari ini. Penerapan Islam mendatangkan Rahmatan lil Alamin. Membawa ketenangan dan keselamatan hidup bagi manusia. Karakter generasi di masa kejayaan Islam sangat kuat. Berkepribadian Islam dan cakap dalam berbagai bidang keilmuan. Hal ini dipeloreh bukan hanya karena didikan dari orang tua mereka tetapi juga sistem yang menjaga mereka mulai dari tingkat keluarga sampai ke tingkat masyarakat.
Kehadiran negara sebagai pelindung dan pelayan umat, menjamin pemenuhan kebutuhan hidup secara adil. Pendidikan dimulai dari ibu, dalam sistem Islam para ibu jelas akan dididik dengan baik sesuai aturan Islam. Karena merekalah yang akan menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya. Merekalah para pencetak generasi sesungguhnya. Maka, para ibu akan maksimal dalam melakukan kewajibannya mendidik generasi bukan disibukan dengan mencari nafkah seperti dalam sistem kapitalis.
Kemudian ketika anak-anak mulai masuk dunia sekolah mereka ditempa dengan pendidikan terbaik. Pendidikan terbaik akan merata kesetiap wilayah daulah. Masyarakat tidak akan dipusingkan dengan biaya pendidikan, karena semua akan ditanggung negara melalui Baitul mall. Para guru juga akan disejahterakan dengan gaji yang layak. Agar mereka bisa optimal dalam mendidik.
Ketika berada di lingkungan masyarakat, pemuda atau generasi akan sangat terjaga ruh keimanannya. Karena setiap masyarakat menjaga agar tidak terjadi pelanggaran hukum syarak. Begitulah Islam akan menjaga generasi, mulai dari tataran keluarga sampai pada masyarakat.
Semua ini membutuhkan peran dan riayah negara, yang sepertinya telah hilang dari sistem saat ini. Maka, sudah seharusnya kita kembali kepada Islam sebagai satu-satunya aturan yang dapat menyejahterakan.
Wallahu’alam bissawab.






Leave a Reply