Bullying, Bahaya di Dunia Pendidikan

Oleh:
D Budiarti Saputri
(Tenaga Kesehatan)

Terasjabar.co – Dunia pendidikan sedang mengalami krisis yang sangat luar biasa. Kasus bullying kian hari kian bertambah. Bahaya bullying semakin nyata, beberapa kasus bullying mendorong korban untuk melakukan kekerasan, tindak kriminal, bahkan sampai bunuh diri.

Seperti yang terjadi di Aceh belum lama ini, seorang santri membakar pesantren karena tertekan setelah menjadi korban bullying oleh teman-temannya. Belum lagi kasus peledakan di sekolah SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta dilakukan oleh seorang siswa kelas 12 yang merupakan korban bullying. Dikutip dari Kumparan.com (7/11/2025).

Bullying menggejala di berbagai daerah, bukti sebagai problem sistemik dalam pendidikan. Media sosial juga memengaruhi dan memperparah pelaku aksi bullying, bahkan bullying dijadikan candaan. Hal ini menunjukkan telah terjadi krisis adab dan hilangnya fungsi pendidikan. Sosial media juga dijadikan rujukan korban bullying untuk melakukan tindakan yang membahayakan nyawa orang lain sebagai pelampiasan kemarahan atau dendam.

Semua hal ini tidak terlepas dari penerapan sistem pendidikan sekuler kapitalistik yang berfokus pada materi. Di dalam sistem ini kebahagiaan di ukur dengan materi, kekuasaan dan pengaruh. Semua itu menjadikan remaja semakin jauh dari gambaran hakiki kebahagiaan. Sistem ini juga telah gagal dalam membentuk generasi sesuai dengan kepribadian Islam.

Berbeda dengan sistem pendidikan Islam. Tujuan pendidikan dalam Islam adalah membentuk kepribadian Islam. Bukan hanya untuk mendapatkan materi atau kekuasaan. Proses pendidikan dilakukan dengan cara pembinaan intensif, membentuk pola pikir dan pola sikap islami, tidak hanya fokus pada nilai materi, tapi juga nilai maknawi dan nilai ruhiyah. Kurikulum harus berbasis akidah Islam dan menjadikan adab sebagai dasar pendidikan.

Sistem pendidikan seperti itu, hanya ada dalam negara yang menerapkan Islam secara kaffah. Dalam sistem ini, kepala negara yaitu khalifah wajib menjadi penjamin utama pendidikan, pembinaan moral umat, dan perlindungan generasi dari kezaliman sosial. wallahualam bissawab

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 + twelve =