GURU OMAR BAKRI dan SANG MURID: Mina Dzulumat ila Nur-Habis Gelap Terbitlah Terang

Oleh:
Nunu A. Hamijaya
(Pusat Studi Sunda Bandung dan Alumni IKIP Bandung Angkatan 86)

Oemar Bakrie Oemar Bakre
Pegawai negeri
Oemar Bakrie Oemar Bakrie
Empat puluh tahun mengabdi
Jadi guru jujur berbakti memang makan hati
Oemar Bakri Oemar Bakrie
Banyak ciptakan menteri
Oemar Bakrie
Profesor dokter insinyurpun jadi
Tapi mengapa gaji guru Oemar Bakrie
Seperti dikebiri

Lagu “Oemar Bakri” diciptakan oleh Iwan Fals dan dirilis pada tahun 1981 dalam albumnya yang berjudul Sarjana Muda, yang menggambarkan sosok guru sederhana yang berdedikasi dan menginspirasi, termasuk figur guru SMP Iwan Fals sendiri.

Meskipun Hari Guru, 25 November sudah lewat, tidak ada salahnya melalui tulisan ini menyajikan sekelumit filosofis tentang guru yang mungkin jarang diketahui publik. Nama ‘Guru’ sudah memiliki legal standing dan historis sejak diselenggarakannya Kongres Guru Indonesia pada 24-25 November 1945.; dan disahkan Hari Guru Nasional (PGRI) lewat Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 serta Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Guru : Agen Transformasi dari Dzulumat ila Nur

(Ini adalah) kitab yang kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju Tuhan Yang Maha perkasa lagi Maha Terpuji. (QS Ibrahim : 1)

Dalam bahasa Sansekerta guru berasal dari gabungan dua kata, yaitu GU dan RU. Gu memiliki arti KEGELAPAN dan Ru berarti CAHAYA. Kedua kata tersebut memiliki arti yang berlawanan. Gabungan kedua kata itu akhirnya membentuk sebuah makna bahwa guru adalah orang yang mampu membawa cahaya dalam kegelapan atau seseorang yang bertugas ‘mengeluarkan dari kegelapan kepada cahaya terang”.

Kalimat ‘min zulumât ilâ al-nûr’ terdapat sebanyak 7 (tujuh) kalimat dan terletak di berbagai surat yang berbeda dalam al-Quran. Kata ‘zulumât’ dalam bahasa Arab adalah bentuk jamak dari kata ‘zulmâtun’ yang berarti gelap gulita, dan nûr adalah cahaya.

Al-Razi menguraikan dalam ayat ini bahwa ada tiga kata yang menggunakan isti‘ârah, yaitu: al-Dzhulumât (gelap), al-Nûr (cahaya), dan al-Shirât (jalan). Kata al Dzhulumât dipinjam dari kata al-Kufr, karena menurut al-Razi, kekufuran menyerupai suasana gelap gulita akibat ketiadaan petunjuk (hidayah).

Pada kata Dzhulumât dalam Bahasa arab berasal dari kata ‘’dz-l-m’’ yang berarti ‘’kegelapan’’. Bentuk jamak dari kata ‘’dzulmah’’ yang artinya kegelapan. Penggunaan bentuk jamak menunjukkan adanya berbagai jenis atau tingkat kegelapan. ‘’Dzhulumât’’ dalam konteks ayat ini merujuk pada kegelan dalam berbagai bentuknya, baik itu kegelapan fisik, spiritual, atau intelektual. Penggunaan kata ‘’Dzhulumât’’ dalam bentuk jamak menunjukkan bahwa kegelapan dapat hadir dalam berbagai bentuk dan lapisan, meliputi kekufufran, kesesatan, kebodohan, dan penyimpangan moral.

Penggunaan kata ‘’Dzhulumât’’ yang jamak kontras dengan kata ‘’Nûr’’ yang tunggal menekankan bahwa meskipun bentuk-bentuk kegelapan banyak, cahaya kebenaran itu satu dan jelas. Hal ini juga mencerminkan konsep bahwa satu kebenaran ilahi dapat menghapus banyak bentuk kesalahan.

Adapun ‘nur’, disebutkan 43 kali dalam Al-Quran. kata al-nur ialah, pada kata ‘’al-Nûr’’ yang berarti ‘’cahaya’’, melambangkan petunjuk, ilmu, kebenaran, dan kejelasan. Kata nur, misalnya, dijumpai pada Q.S. Yunus [10]: 5, Q.S. al-Nur [24]: 35, Q.S. al-Furqan [25]: 61 dan Q.S. Nuh [71]: 16.

Dalam konteks spiritual, ‘’al-Nûr’’ mengacu pada wahyu ilahi, bimbingan dari Allah, dan iman. Cahaya melambangkan kedekatan dengan Allah dan penerimaan petunjuknya. Mengacu pada pencerahan rohani dan moral yang dibawa oleh wahyu al-Qur’an dan ajaran Nabi Muhammad SAW. Penggunaan kata ‘’al-Nûr’’ yang tunggal menekankan bahwa kebenaran ilahi adalah satu, jelas, dan sempurna. Hal ini menunjukkan kekuatan dan kejelasan cahaya yang dapat menghilangkan segala bentuk kegelapan.

Kata ini memiliki berbagai makna di antaranya (1) sinar atau cahaya yang bersumber dari benda yang bersinar atau bercahaya. Sinar ini berlaku di dunia maupun di akhirat. (2) keyakinan terhadap kebenaran dan petunjuk. Biasanya beriringan dengan kata “dzulumat”, yakni keraguan (min al-dzulumat ila al-nur, dari keraguan atau kegelapan menuju kepada keyakinan atau terang benderang). Sebagian ulama mengartikan nur sebagai keimanan dan dzulumat sebagai bentuk-bentuk syirik. Makna ketiga (3) adalah pengetahuan, hakikat dan bukti-bukti yang mendatangkan keyakinan dan kemantapan dalam berakidah, menghilangkan keraguan, serta kesesatan dalam berakidah. Makna keempat (4) ialah kitab suci samawi yang menghapus keraguan dan menerangi jalan. Makna kelima (5), nur bermakna nabi yang datang dengan membawa risalah. Jadi nur bisa juga bermakna kenabian dan agama. Terakhir (6), nur berarti munawwir artinya penerang sekaligus sumber cahaya. Adapun istilah munir bermakna jelas atau terang, kata ini disebutkan enam kali dalam Al-Quran.

Murid: Seseorang yang Berkehedak Kuat

Semua Murid Semua Guru

Kita bisa bersama mengubah dunia
Percaya pada diri demi cita-cita
Belajar, bergerak, bermakna
Hm-hm
Aku bisa belajar dari ilmumu
Oh, kamu bisa belajar dari yang kutahu
Belajar, bergerak, bermakna
Hm-hm, ye-ey

Semua murid, semua guru

Meski berbagai budaya, berbagai usia
Dan ingatlah bahwa kita insan yang merdeka
Belajar, bergerak, bermakna

(karya kolaborasi para musisi: Tulus, Andien, Vidi Aldiano, Endah N. Rhesa, Tompi, Indra Aziz, dan Glenn Fredly, 2018 )

Kata murid (مريد) berasal dari bahasa Arab yang sering diartikan “seseorang yang berkomitmen” dan akarnya berasal dari kata iradah (keinginan yang kuat dari dalam diri) atau willpower. Kata murid adalah isim fa’il dari kata arada (أراد), dimana mashdar dari kata arada adalah iradah (إرادة, kehendak).

Al Imam Abu al-Qasim Abd al-Karim Hawazin al-Qusyairi an-Naisaburi (376-465 H) dalam ar-Risalah al-Qusyairiyah fi ‘Ilm at-Tashawwuf, menjelaskan tentang Iradah . Murid adalah seseorang yang memiliki kehendak meniti jalan menuju Allah SWT, sebagaimana seorang ‘alim yang memiliki ilmu untuk menguatkan kealimannya. Kehendak yang kuat itu menjadi semacam muqaddimah dalam menjalani perjalanan panjangnya hingga kelak bertemu Allah SWT.

Hadirnya iradah membawa seseorang untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan awam menuju orang-orang yang khusus. Bentuk hijrah ini pada hakikatnya adalah bentuk kebangkitan hati dalam pencarian Al-Haqq karena telah terjerat cinta hanya kepada Allah ﷻ. Kebangkitan hati yang mendorong secara zhahir menikmati latihan-latihan mujahadah, khususnya dalam melawan hawa nafsunya, sehingga siap dibebani dengan berbagai kesulitan dan kelelahan dalam kehidupan ini.

Murid adalah Sang Murod

Di samping kata murid, juga ada kata murad. Menurut Imam al-Junaid, jika murid adalah seseorang yang berkehendak (subjek), maka murad adalah seseorang yang dikehendaki menjadi murid, atau agar berkehendak (objek). Maka, marilah kita hadirkan pribadi-pribadi yang memiliki kehendak mendapati keridhaan Allah SWT semata, sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al-An’am [6] ayat 52.

Janganlah engkau mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan petang hari, mereka mengharapkan keridaan-Nya. Engkau tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka dan mereka tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan engkau (berhak) mengusir mereka, sehingga engkau termasuk orang-orang yang zalim.(QS al An’am : 52)

Perguruan: Mencegah Tindakan Dzalim

Zalim dalam bahasa Arab berarti dzalama yang artinya gelap. Orang zalim adalah orang yang meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya seperti orang dalam kegelapan. Kata ini juga biasa digunakan untuk melambangkan sifat kejam, bengis, tidak berperikemanusiaan atau tidak beradab. Kedzaliman yang telah menjadi karakter sebuah bangsa atau kaum, akan mendatangkan bencana dan azab.

“Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada sesama manusia dan melampaui batas di bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran. Mereka itu mendapatkan siksa yang pedih.” (QS Asy Syura: 42). Kezaliman akan mendatangkan bencana dan malapetaka. Allah Swt berfirman dalam QS. Al-Hajj ayat 45 bahwa “Maka betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan karena (penduduk)nya dalam keadaan zalim, sehingga runtuh bangunan-bangunannya dan (betapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi (tidak ada penghuninya).”

Dalam QS.Ibrahim : 42 Artinya : janganlah engkau mengira bahwa lengah terhadap apa yang dilakukan oleh orang-orang yang zalim, sesungguhnya Allah hanya menangguhkan sisksaan atas mereka hingga tibanya hari yang pada waktu itu mata-mata mereka terbelalak, saat itu mereka datang tergesa-gesa dengan mengangkat kepala mereka, sementara mata mereka tidak berkedip dan kalbu mereka kosong.

Dengan demikian, sosok guru adalah mereka yang berada di garis depan dalam melawan dan meluruskan tindakan kedzaliman, baik pribadi maupun kolektif, kedzaliman penguasa atau pemerintah.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 − fourteen =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam