PSS Bandung-PBS Unpad Jajaki Kerjasama dengan Perpustakaan Universitas Leiden, Dorong Digitalisasi Khazanah Sunda
Terasjabar.co – Yayasan Pusat Studi Sunda (PSS) Bandung bersama Pusat Budaya Sunda Universitas Padjadjaran (PBS Unpad) menyerahkan draft Memorandum of Understanding (MoU) kepada Perpustakaan Universitas Leiden melalui KITLV-Jakarta, Selasa (16/12/2025).
KITLV-Jakarta merupakan bagian dari Perpustakaan Universitas Leiden yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat rujukan penting kajian Indonesia dan Asia Tenggara.
Penyerahan draft MoU tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerja sama strategis lintas negara dalam upaya pelestarian dan digitalisasi khazanah budaya Sunda. Penandatanganan draft MoU dilakukan oleh H. Burhanudin Abdullah selaku Ketua PSS Bandung, Dr. Tedi Muhtadin mewakili PBS Unpad, serta Mr. Marrik Bellen, MA selaku Direktur KITLV-Jakarta.

Turut hadir dari pihak PSS Bandung, antara lain Rachmat Taufiq Hidayat, Nunu A. Hamijaya, M. Insan, dan Zakiya Lutfiani. Sementara itu, dari pihak KITLV–Perpustakaan Universitas Leiden di Jakarta hadir Dr. Budiman sebagai saksi.
Kerja sama ini dirancang sebagai bagian dari rencana besar digitalisasi naskah dan bahan pustaka lawas, meliputi manuskrip, surat kabar, majalah, jurnal, serta buku-buku terbitan sebelum tahun 1945 yang memiliki nilai historis dan budaya tinggi. Perpustakaan Universitas Leiden menyambut positif inisiatif tersebut, karena dinilai dapat memperluas akses penelitian sekaligus memperkuat hubungan akademik dan budaya antara Indonesia dan Belanda.

Selain program digitalisasi, kerja sama ini juga direncanakan mencakup berbagai kegiatan pendukung, seperti seminar, pameran, pelatihan, serta publikasi ilmiah. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi kalangan akademisi dan peneliti, tetapi juga bagi masyarakat umum.
Melalui penyerahan draft MoU ini, PSS Bandung, PBS Unpad, dan Perpustakaan Universitas Leiden menegaskan komitmen bersama untuk merawat, melestarikan, menghidupkan kembali, serta mendiseminasikan khazanah budaya Sunda dan Nusantara agar dapat diakses oleh generasi masa kini dan mendatang, sekaligus dikenal oleh komunitas global.






Leave a Reply