Ujaran Kebencian di Media Sosial dan Hilangnnya Nilai Persatuan dalam Era Digital

Oleh:
Byan Mulya Rizkia
(Mahasiswa Program Studi Sosiologi, FISIP, UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

Terasjabar.co – Di zaman digital seperti sekarang ini, handphone dan media sosial merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Pada awalnya, media sosial seperti Instagram, Facebook, dan X (Twitter) dibuat untuk tujuan yang baik, yaitu sebagai sarana untuk menghubungkan kita semua dan untuk mempermudah komunikasi dalam mengefesiensikan waktu. Tetapi, dengan seiringnya waktu dan dengan adanya kemudahan teknologi munculah sisi gelap yang berupa ujaran kebencian (hate speech).

Ujaran kebencian (hate speech) merupakan tulisan atau kata-kata yang menghina, menyerang, menyudutkan terhadap suatu individu atau kelompok lain. Biasanya ujaran kebencian ini ditunjukkan pada perbedaan Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA). Hal ini jika terus dibiarkan tanpa terkendali akan melahirkan suatu perpecahan dan akan merusak nilai persatuan bangsa.

Ujaran kebencian tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan ada beberapa faktor yang mempengaruhi dan saling berkaitan:

  1. Anonimitas: Penggunaan nama samaran dan pembuatan akun palsu di media sosial memberikan rasa aman tersembunyi bagi para penggunanya. Hal ini yang menyebabkan banyak orang berani untuk mengatakan hal-hal buruk, kasar, dan bahkan mengancam, tindakan ini adalah tindakan yang tidak akan pernah atau tidak akan bisa dilakukan jika berhadapan secara langsung di dunia nyata. Perasaan bebas dari konsekuensi sosial yang mereka rasakan membuat mereka lepas kendali dan sangat mudah melontarkan kalimat provokatif. Karena mereka tidak perlu melihat reaksi marah atau sedih dari korban secara langsung.
  2. Mudah Percaya Terhadap Berita Bohong: Tidak tahu cara memilah informasi dengan baik, sehingga langsung percaya pada berita bohong (hoax) dan mudah terhasut hal yang memancing emosi merupakan dampak dari kurangnya bekal pengetahuan digital yang memadai. Gagal untuk memahami etika berinternet membuat mereka mudah untuk menyebarkan berita tanpa memeriksa kebenarannya dan lupa bahwa kata-kata atau tulisan di dunia maya memiliki dampak nyata di dunia nyata bagi korban.
  3. Melihat atau Mendengar Hal-Hal yang Hanya Disukai: Media sosial dirancang agar kita betah untuk berlama-lama. Mereka hanya akan menampilkan konten yang kita sukai. Hal ini yang menyebabkan pembaca seringkali hanya berinteraksi dengan orang yang sepemikiran saja. Ketika seseorang hanya mendengar pandangan yang sama secara terus-menerus, ia akan menjadi sangat tidak toleran terhadap kelompok lain. Fenomena ini akan menyebabkan perpecahan di masyarakat, hal tersebut seringkali dipicu oleh isu SARA dan kemudian digunakan oleh pihak tertentu untuk kepentingan politik atau tujuan merusak lainnya.

Dampak dari permasalahan di media sosial ini akan terbawa ke kehidupan nyata. Pemicu yang kuat dari perpecahan di dunia nyata ini bersumber dari ujaran kebencian di dunia maya. Ketika perpecahan pada individu atau kelompok makin kuat karena mereka hanya mendengarkan pendapat-pendapat yang sama saja, masyarakat menjadi mudah curiga, terprovokasi, dan saling bermusuhan. Hal ini secara langsung akan melemahkan semangat Bhineka Tunggal Ika, yaitu semboyan yang menyatakan bahwa kita berbeda-beda tetapi tetap satu. Media sosial seharusnya menjadi sarana pemersatu, tetapi justru menjadi medan pertempuran verbal yang dapat memecah belah bangsa menjadi kubu-kubu yang sulit untuk menerima satu sama lain. Jika dibiarkan, hal ini dapat mengancam stabilitas sosial dan menghambat kemajuan bangsa.

Ujaran kebencian di media sosial merupakan masalah besar yang disebabkan oleh banyak faktor. Dampak buruknya adalah hilangnya nilai persatuan bangsa. Untuk dapat mengatasi hal ini kita dapat dilakukan pencegahan dan menguatkan kembali nilai budaya kita. Solusi untuk dapat mengatasi hal ini dan agar dapat mengembalikan nilai persatuan adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan Pendidikan Penggunaan Internet: Pihak pemerintah, sekolah, dan keluarga harus mengajarkan etika berinternet dan berpikir kritis. Berikan pemahaman bahwa masyarakat harus memiliki rasa empati kepada orang lain, memeriksa kebenaran setiap informasi, dan sadar bahwa setiap tulisan atau kata-kata di internet memiliki konsekuensi.
  2. Nilai Gotong Royong: Nilai-nilai luhur bangsa yang harus kita miliki seperti toleransi dan gotong royong dapat menguatkan persatuan di dalam kehidupan sehari-hari, kita akan memiliki pendirian yang kuat untuk menolak atau menjauhi kebencian di media sosial.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kita bisa mengubah media sosial dari tempat perpecahan menjadi sarana untuk mempersatukan bangsa di era digital.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen + 11 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam