Lunturnya Pancasila dalam Diri Bangsa Indonesia
Oleh:
Jalaluddin Al-Paruk
(Mahasiswa Program Studi Sosiologi, FISIP, UIN Sunan Gunung Djati Bandung)
Terasjabar.co – Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa seharusnya menjadi pedoman dalam setiap aspek kehidupan. Namun, arus globalisasi, perkembangan teknologi, serta perubahan sosial yang cepat membuat nilai-nilai Pancasila semakin terpinggirkan. Banyak masyarakat yang mulai melupakan makna dari sila-sila Pancasila, sehingga muncul berbagai persoalan moral yang mengkhawatirkan.
Salah satu tanda lunturnya Pancasila terlihat dari melemahnya sikap toleransi. Konflik identitas, perpecahan akibat perbedaan pilihan politik, serta maraknya ujaran kebencian di media sosial menunjukkan bahwa rasa persatuan semakin rapuh.
Tidak hanya itu, nilai kemanusiaan dan gotong-royong yang dahulu menjadi ciri khas bangsa juga mulai memudar. Perilaku individualis, kasus perundungan, serta kurangnya kepedulian terhadap sesama menjadi bukti bahwa sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab belum sepenuhnya diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat lebih mudah terpengaruh oleh emosi dan kepentingan pribadi daripada nilai kemanusiaan.
Nilai kerakyatan dan keadilan pun menghadapi tantangan besar. Praktik politik uang, rendahnya budaya musyawarah, dan ketidakadilan sosial memperlihatkan bahwa sila Kerakyatan dan Keadilan Sosial belum menjadi landasan kuat dalam kehidupan berbangsa. Kesenjangan ekonomi dan perilaku koruptif menegaskan bahwa sebagian masyarakat tidak lagi menjunjung integritas dan tanggung jawab sosial.
Untuk mengatasi kondisi ini, revitalisasi nilai-nilai Pancasila menjadi sangat penting. Pendidikan karakter, keteladanan pemimpin, serta penggunaan media sosial yang bijak harus diperkuat agar Pancasila kembali hidup dalam keseharian masyarakat. Pancasila bukan sekadar simbol, tetapi fondasi moral bangsa yang harus dijaga agar Indonesia tetap kokoh, bersatu, berdiri tegak.






Leave a Reply