Pancasila yang Sedang Menghadapi Masalah Bangsa: Saatnya Kembali ke Nilai Dasar
Oleh:
Moh. Farhan Abdillah
(Mahasiswa Program Studi Sosiologi, FISIP, UIN Sunan Gunung Djati Bandung)
Terasjabar.co – Ketika semakin derasnya perkembangan teknologi dan dinamika politik, Indonesia saat ini dihadapkan pada berbagai persoalan kebangsaan. Polarisasi sosial, banyaknya berita yang belum tentu benar di media digital, sampai hingga ketimpangan ekonomi menunjukkan bahwa nilai-nilai yang menjadi fondasi negara kita belum sepenuhnya dihayati dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks ini, Pancasila menjadi rujukan utama untuk menjaga arah bangsa.
Salah satu tantangan terbesar negara Indonesia saat ini adalah polarisasi politik, dimana polarisasi politik ini dapat memecah masyarakat menjadi berbagai kelompok. Perbedaan pilihan ini dapat menyebabkan permusuhan, seolah-olah mereka lupa terhadap sila ketiga dalam Pancasila, Persatuan Indonesia, menuntut kita untuk menanamkan kepentingan bersama. Tanpa semangat persatuan, demokrasi hanya akan menyisakan konflik dan saling curiga.
Di ruang digital, persoalan sering muncul melalui penyebaran ujaran kebencian dan berita yang belum tentu benar. Perilaku tersebut bertentangan dengan sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, karena komunikasi yang tidak etis merusak martabat sesama warga negara. Literasi digital yang berbasis nilai kemanusiaan menjadi kebutuhan mendesak untuk meredakan konflik yang tidak perlu. Ketimpangan sosial-ekonomi juga masih menjadi salah satu pekerjaan yang besar. Akses yang berbeda terhadap pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja menunjukkan bahwa sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, belum terwujud. Kebijakan pembangunan perlu lebih berpihak pada kelompok masyarakat yang lebih membutuhkan agar kesejahteraan benar-benar merata.
Pancasila bukan sekadar simbol negara, tetapi pedoman etik yang harus diwujudkan oleh masyarakat dalam tindakannya. Penguatan karakter, kebijakan yang adil adalah bentuk implementasi yang nyata dari pancasila. Jika setiap elemen bangsa kembali menempatkan Pancasila sebagai petunjuk, Indonesia dapat menghadapi tantangan masa depan dengan lebih stabil dan lebih baik.






Leave a Reply