Jejak yang Hilang di Balik Rimba

Oleh:
Ummu Fahhala
(Praktisi Pendidikan dan Pegiat Literasi)

Terasjabar.co – Pagi itu, Makassar belum sepenuhnya terbangun. Jalan masih berembun, suara ayam menjadi satu-satunya tanda kehidupan. Namun dari sebuah lorong kecil, suara perempuan pecah seperti kaca jatuh.

“Bilqis! Bilqis! Jangan sembunyi, Nak… ayo keluar…,” suara seorang ibu bergetar seperti daun diterpa angin. Ia berlari dari satu sudut ke sudut lain. Langkahnya tergesa. Nafasnya patah-patah.

Tetangga mencoba mendekat.

“Bu, tenang dulu. Bilqis mungkin bermain di rumah belakang,” kata seorang bapak paruh baya.

Namun sang ibu menggeleng keras, “Tidak! Ini tidak biasa. Bilqis tidak pernah jauh. Aku… aku merasa ada yang salah.”

Dan benar. Saat warga menyisir gang, seorang anak kecil berlari dan berkata, “Saya lihat ada orang asing tadi… bawa motor… dan bicara sama Bilqis.”

Seketika, seluruh lorong itu membeku.

Saya tiba di lokasi beberapa jam kemudian. Seorang pemuda duduk di pinggir jalan, menunduk lama. Saya menepuk bahunya.

“Apa kau melihat sesuatu?” tanya saya.

Ia menghela napas. “Saya lihat bayangan motor itu, Kak. Cepat sekali. Saya kira itu keluarga. Tidak mungkin saya membayangkan ini penculikan.”

“Bagaimana perasaanmu sekarang?” tanya saya pelan.

Ia menatap saya dengan mata merah, “Saya merasa… negeri ini terlalu luas bagi anak sekecil Bilqis untuk diselamatkan.”
Lalu ia menunduk lagi.

Kata-katanya menampar nurani saya. Negeri seluas ribuan pulau, tetapi seorang anak bisa hilang tanpa jejak.

Siluet Gelap yang Menyasar yang Lemah

Berita demi berita muncul. Saya membuka ponsel, dan layar menampilkan beberapa berita penculikan, bagaimana pelaku menipu Suku Anak Dalam dengan pura-pura membawa surat resmi dan meminta uang adopsi Rp85 juta. Masyarakat adat itu “melangun”—berjalan ke hutan ratusan kilometer—karena tidak sanggup menahan kehilangan.

Rasanya seperti membaca lembaran duka yang tidak selesai.

Di rimba itu, seorang tetua adat berdiri di hadapan kami dan berkata lirih, “Kami biasa kehilangan rusa. Kami biasa kehilangan hasil hutan. Tetapi kehilangan anak… itu luka yang tidak punya obat.”

Saya menelan ludah. Kata-katanya menekan dada saya seperti batu.

Saat mengikuti rombongan Suku Anak Dalam yang sedang melangun, seorang lelaki muda berbicara pada saya.

“Kak, mengapa anak kecil jadi sasaran?”

Suara itu lirih, tetapi tajam.

Saya menatap rimba lebat. “Karena anak adalah titik paling lemah dalam rantai kehidupan. Dan ketika rantai itu lemah, kejahatan memotongnya.”

“Lalu di mana negara?” tanyanya polos.

Pertanyaan itu sederhana, tetapi menggantung di udara seperti kabut pagi.

Saya menarik napas. “Negara tidak absen. Tetapi kejahatan tumbuh lebih cepat daripada pagar yang kita bangun.”

Ia menatap tanah. “Jadi siapa yang harus menjaga kami?”

Saya menatap matanya. “Kita semua. Namun negara tetap menjadi garda terdepan. Sebab anak-anak bukan sekadar darah daging. Mereka adalah masa depan negeri.”

Ketika Suara Rakyat dan Suara Hati Bertemu

Dalam perjalanan pulang, saya terdiam lama. Hati saya penuh dengan potongan cerita: ibu yang kehilangan, masyarakat adat yang berduka, pemuda kampung yang menyesal, anak-anak lain yang kini ketakutan.

Seorang kawan duduk di samping saya di bus. Ia bertanya, “Kau tampak terpukul. Apa karena Bilqis?”

“Salah satunya,” jawab saya.

“Lalu apa yang paling mengganggumu?”

Saya menatap jendela yang dipenuhi hujan. “Yang menggangguku adalah pertanyaan sederhana: apakah negeri ini benar-benar aman untuk anak-anak kita?”

Ia tidak menjawab. Hanya menatap hujan yang jatuh seperti air mata langit.

Dalil yang Menggetarkan Nurani

Saya kemudian teringat firman Allah Swt.:

“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah, kecuali dengan alasan yang benar.” (QS. Al-Isra’: 33)

Dan sabda Nabi saw.: “Seorang Muslim tidak boleh menzalimi Muslim lainnya dan tidak boleh membiarkan saudaranya dizalimi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika prinsip ini hidup, saya yakin rimba tidak akan berisi suara tangis.

Kampung tidak akan kehilangan anak-anaknya.

Dan Bilqis tidak akan menjadi nama yang menyesakkan dada.

Jika sebuah bangsa tidak mampu menjaga anak-anaknya, apa yang sedang ia bangun? Masa depan, atau kehampaan?

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seven − 3 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam