Dorong Efisiensi BUMD Jabar, Sugianto Nangolah: Penggabungan Sektor Pangan dan Energi Harus Jadi Prioritas
Terasjabar.co — Jawa Barat tercatat memiliki hampir 40 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Namun, tidak semua mampu menunjukkan kinerja optimal ataupun memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat, H. Sugianto Nangolah, SH., MH.
Sugianto menegaskan perlunya penataan ulang BUMD secara menyeluruh, termasuk opsi penggabungan BUMD yang berada dalam sektor serupa, seperti pangan dan energi, agar kinerjanya lebih efisien dan berorientasi pada hasil.
“BUMD kita jumlahnya banyak, tapi tidak semuanya berjalan optimal. Penggabungan berdasarkan sektor seperti pangan dan energi bukan hanya efisiensi, tetapi juga agar anggaran daerah digunakan lebih tepat sasaran,” ujar Sugianto.
Menurutnya, BUMD harus menjadi instrumen strategis dalam memperkuat ketahanan pangan, pengelolaan energi, serta meningkatkan PAD. Namun hal tersebut hanya bisa dicapai jika struktur dan manajemen BUMD dirampingkan serta diarahkan sesuai kebutuhan daerah dan perkembangan ekonomi.
Komisi III DPRD Jabar, kata Sugianto, akan terus mengawal proses penataan ini agar berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik.
“Kami ingin setiap kebijakan dilakukan secara transparan, akuntabel, dan punya dampak nyata bagi masyarakat Jawa Barat”, katanya.
Sugianto berharap langkah evaluasi dan konsolidasi BUMD ini dapat memperkuat posisi ekonomi Jawa Barat, sekaligus memastikan badan usaha daerah benar-benar memberikan manfaat bagi publik, bukan sekadar beban anggaran.
“Tujuan akhirnya jelas yaitu meningkatkan pelayanan, memperbesar kontribusi PAD, dan menghadirkan BUMD yang sehat, efektif, dan berdaya saing”, pungkasnya.






Leave a Reply