Cinta Budaya Tanpa Menjadi Buta: Ketika Kebanggaan Berubah Arah

Terasjabar.co – Mencintai budaya sendiri adalah panggilan nurani. Ia bukan sekadar nostalgia masa lalu, tetapi bentuk syukur atas warisan leluhur, atas bumi tempat berpijak, dan atas jati diri yang membentuk siapa kita hari ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Robby Maulana Zulkarnaen, budayawan Sunda sekaligus Ketua Umum Paguyuban Sundawani Wirabuana, dalam perbincangan hangat bersama Terasjabar.co, Sabtu (5/7/2025).

Menurut Robby, bangsa yang besar selalu dimulai dari rakyat yang mencintai budayanya. Namun ia mengingatkan, cinta yang berlebihan bisa berubah menjadi racun. Ketika cinta terhadap budaya melewati batas dan kehilangan kebijaksanaan, ia berubah menjadi chauvinisme, sebuah cinta yang menolak perbedaan, menutup ruang dialog, dan membutakan diri dari nilai-nilai lain yang selama ini hidup berdampingan.

Contoh yang kini sedang ramai diperbincangkan adalah polemik perubahan nama Rumah Sakit Al-Ihsan menjadi Rumah Sakit Welas Asih. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dalam semangat nyundakeun Jawa Barat, mengusung kebijakan ini tanpa terlebih dulu membuka ruang pertanyaan: Apakah langkah ini benar-benar membawa kebaikan bersama?

Nama Al-Ihsan bukan sekadar susunan huruf Arab. Ia telah mengakar dalam kesadaran masyarakat sebagai simbol nilai Islam, yang sejak ratusan tahun lalu telah menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut kehidupan masyarakat Sunda. Budaya Sunda dan nilai-nilai Islam telah lama bersanding secara harmonis — tanpa merasa harus mengunggulkan yang satu dengan menyingkirkan yang lain.

Salah satu alasan yang muncul di balik pergantian nama ini adalah adanya catatan masa lalu dari salah satu pendiri Al-Ihsan yang pernah tersandung kasus hukum. Namun Robby mempertanyakan logika semacam ini: Jika kesalahan individu menjadi alasan penghapusan nama lembaga, berapa banyak nama tempat dan institusi yang harus kita ubah karena cela di masa lalunya?

Ia juga menyinggung paradoks sikap terhadap istilah asing. Di satu sisi, istilah bernuansa Arab seperti Al-Ihsan dianggap kurang merepresentasikan budaya lokal, namun di sisi lain kita menerima begitu saja istilah gubernur yang berasal dari bahasa Latin, diserap oleh Belanda, lalu dipakai di Indonesia tanpa keberatan.

Kini, nama baru telah disahkan melalui Surat Keputusan. Direktur baru, dr. H. Deni Darmawan, MARS, telah resmi dilantik. Harapannya, Welas Asih bukan sekadar nama papan nama rumah sakit, melainkan benar-benar menjadi nilai yang hidup dalam tindakan, dalam cara memimpin, dan dalam pelayanan yang lembut serta penuh empati.

Karena welas asih sejatinya tak lahir dari kata-kata kasar seperti aing atau maneh yang kerap terdengar di ruang publik, dan tak tumbuh dari keputusan sepihak yang mengabaikan suara masyarakat. Seorang pemimpin, kata Robby, bukan hanya pengambil keputusan, tetapi ia adalah teladan moral.

“Jangan sampai cinta kita pada budaya Sunda justru melukai nilai lain yang selama ini tumbuh bersamanya,” pungkasnya.

“Budaya Sunda sejatinya bukan hanya lembut di lidah, tapi juga welas asih di hati”.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five − three =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam