Keputusan Tim Panlihda Dianggap Tidak Sesuai AD/ART, Aliansi Calon Formatur Musyda XXI IPM Garut Layangkan Surat Gugatan

Terasjabar.co – Musyda XXI Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) telah selesai dilaksanakan pada tanggal 25-27 Desember 2022 di Pondok Pesantren Al-Furqan Cibiuk. Namun suasana tegang dalam permusyawaratan terbawa hingga kini.

Bagaimana tidak, formatur terpilih pada MUSYDA XXI kali ini dianggap mengandung banyak kejanggalan yang tidak bisa diterima oleh banyak kader se Kabupaten Garut.

Tim Panitia Pemilihan Daerah (Panlihda) dalam MUSYDA XXI dinilai memiliki kepentingan dan tidak amanah sehingga kehilangan kepercayaan dari para musyawirin, bagaimana tidak, Panlihda seolah memihak salah satu pihak dan tidak mempertimbangkan lebih jauh pendapat para musyawirin tentang para calon formatur.

Kondisi demikian menyebabkan banyak yang tidak menerima hasil keputusan pengesahan formatur pada MUSYDA XXI 2022 di cibiuk sehingga para aliansi calon formatur yang merepresentasikan kader se-kabupaten Garut menggugat terhadap keputusan panlihda terkait formatur.

Menyalahi AD/ART

AD/ART merupakan dasar penting dalam tubuh organisasi, ibarat negara, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Merupakan UUD dan UU yang menjadi pembatas juga pedoman bagi pemangku kebijakan struktural dan seluruh kadernya dalam sebuah organisasi, pun juga IPM yang memiliki AD/ART nya sendiri.

Termaktub dalam pasal 23 Anggaran Rumah Tangga IPM pada poin no 3, secara jelas menyatakan ” Pimpinan Daerah IPM adalah 22 tahun tepat pada saat Musyda ” sementara para formatur yang disahkan panlihda melebihi batas umur pada musyda yaitu 22 tahun.

Sementara itu termaktub juga dalam Anggaran Dasar IPM juga pasal 23 poin satu dengan jelas dikatakan “Masa jabatan Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, Pimpinan Daerah, dan Pimpinan Cabang selama 2 tahun” akan tetapi di dalam komposisi anggota formatur terdapat kader yang telah menyelesaikan 2 periode dalam masa pimpinan daerah Ipm Garut.

Tidak representatif

Kabupaten Garut memiliki 18 cabang aktif yang tersebar luas di seluruh penjuru Kabupaten Garut, tapi forum formatur hanya dikuasai oleh kader dari Garut kota dan Panawuan, sementara cabang lain tidak ada satupun yang terpresentasi dalam forum formatur sehingga menambah jelas kejanggalan dalam formatur pada Musyds XXI yang diadakan di cibiuk 25-27 Desember kemarin.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *