Mencari Polisi Teladan

Oleh:
Dedi Asikin

Terasjabar.co – Semua orang pastilah kenal Gus Dur. Beliau Presiden ke 4 republik tercinta. Dikenal sebagai jocker atau penyuka guyonan.

Salah satu dari ratusan, mungkin ribuan kalimat lucu adalah tentang polisi jujur. Kata beliau di Indonesia ini hanya ada 3 polisi jujur yaitu “Polisi tidur,patung polisi dan Hoegeng”.

Nama Hoegeng memang legenda bagi polisi. Polisi kerempeng itu lambang polisi jujur,tegas dan disiplin. Ia diangkat presiden Suharto menjadi Kapolri 9 Mei 1968 dan diberhentikan tanggal 2 Oktober 1971.

Waktu jadi Kasatreskrim di Medan Hoegeng dengan marah melempar perabotan rumah hadiah dari cukong judi. Ia juga membongkar penyelundupan yang dibekingi oknum tentara.

Usaha bunga istrinya ditutup kerena takut dimanfaatkan oleh para pengusaha menyuap lewat istrinya. Akhirnya dia diberhentikan dari jabatannya kerena mengusut penyelundupan mobil mewah yang dilakukan Roby Cahyadi. Tak peduli dia tahu bahwa itu adalah teman bisnis anak Presiden.

Ia menolak didubeskan dan memilih pensiun. Waktu pensiun dia tidak memiliki mobil. Rumah yang ditinggali adalah hadiah dari Polri yang merupakan tradisi untuk semua mantan Kapolri.

Ia juga menolak ajakan Kapolri penggantinya jendral Sucipto yang mengajak naik haji bareng dengan biaya Polri. Hoegeng baru naik haji 23 tahun setelah pensiun. Biayanya hasil penjualan lukisan karyanya dan honor menyanyi.

Seperti diketahui Hoegeng pencinta lagu lagu Hawaiian. Saya hanya menemukan literasi 3 orang polisi teladan seperti Hoegeng. Saya tidak menafikan mungkin masih ada yang lain,tapi saya tidak berhasil menemukannya.

Ketiga orang yang ada pada catatan saya:

  1. Kaharuddin Datuk Rangkayo
    Dia pernah menjadi Gubernur Sumatra Barat. Ia dikenal jujur dan tidak memanfaatkan jabatan. Pensiun dengan pangkat Brigadir Jendral ia tidak memiliki rumah dan tinggal di rumah keluarga. Ia juga menolak ajakan naik haji’dengan ongkos ditanggung. Untuk naik haji lebih merelakan menjual tanah warisan
  2. Iptu Anwas Maksum
    Pernah jadi Walikota Bukittinggi tahun 1960 sampai 1967. Setelah selesai menjabat walikota ia kembali jadi polisi. Tujuh tahun jadi walikota kekayaan tidak bertambah. Hidupnya hanya menggunakan gaji sebagai polisi berpangkat Iptu. Pernah suatu ketika dia terpaksa pinjam uang kepada seorang anak buahnya hanya untuk membeli sebungkus rokok. Dan itu membuat sang anak buah sampai geleng geleng kepala. Pensiun dari polisi dia tidak punya mobil dan juga rumah.
  3. Brigadir Royadin
    Ia lebih menggambarkan sebagai polisi yang berdisiplin tinggi. Suatu hari pertengahan tahun 1960 ketika sedang bertugas di kota Pekalongan tempat dia berdinas,ia melihat sebuah mobil meluncur melawan arus. Sebagai polisi ia memberhentikan mobil itu. Betapa kagetnya ketika dia tahu yang mengemudikan mobil itu adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang juga menjabat Menteri Pertahanan. Ia sempat bimbang, tapi tugas sebagai polisi mengharuskan dia menilang orang terkuasa di Yogyakarta itu. Dengan tangan gemetar dia menulis di buku tilang (mungkin dulu belum ada istilah tilang, saya gak tau namanya apa). Sambil berucap nyuwun sewu bendoro dia menyerahkan surat tilang. Tanpa komentar apa apa Sri Sultan menerima dan meneruskan perjalanan. Ketika kejadian itu dilaporkan kepada atasannya dia dimarahi habis habisan. Tapi alih alih dimarahi pimpinan dia justru dapat pujian dan penghargaan dari Sultan. Selain itu Royadin juga ditawari pindah ke Yogyakarta. Tapi dia menolak dan memilih tetap dinas di Pekalongan.

Saya ingin meminta maaf karena minimnya literasi yang saya miliki tentang polisi jujur dan berdisiplin tinggi di republik ini. Saya yakin masih ada yang lain. Masa dari 400 ribu lebih polisi hanya ada tiga orang yang pantas jadi teladan? Naif sekali rasanya.

Saya juga bersumpah bukan niru niru Gus Dur yang juga hanya menemukan 3 polisi jujur. Polisi tidur, patung polisi dan Hoegeng.

Gus Dur mah cuma guyonan atuh. Dan itu salah satu hobinya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *