Anggota Komisi II DPRD Jabar Minta Pemda Jaga Stok Sembako Jelang Ramadhan

Terasjabar.co – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Lilis Boy meminta kepada pemerintah daerah untuk menjaga stok kebutuhan pokok masyarakat menjelang Bulan Suci Ramadan Tahun 2022.

“Pemerintah harus semakin giat melakukan pengawasan terhadap ketersediaan dan harga kebutuhan pokok di pasaran. Jangan sampai terjadi kelangkaan dan kenaikan harga yang tidak terkendali pada kebutuhan pokok menjelang Ramadhan,” kata Hj. Lilis Boy kepada Terasjabar.co, Jumat (1/4/2022).

Politisi dari Fraksi Partai Demokrat DPRD Jabar ini mengatakan biasanya saat Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri nanti tingkat konsumsi masyarakat akan meningkat.

“Sehingga pemerintah harus proaktif memastikan ketersediaan bahan pokok dan harganya terkendali,” kata dia.

Dia mengatakan masalah kenaikan harga dan kelangkaan kebutuhan pokok masyarakat menjadi hal yang paling banyak disampaikan masyarakat kepada pihaknya saat melakukan Reses II 2021-2022 pada tanggal 7 hingga 16 Maret 2022.

Dia mengatakan dalam reses di sejumlah tempat di daerah pemilihannya di Kabupaten Cianjur tersebut, masyarakat mengadu kepada dirinya mengenai kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng, khususnya yang dikeluhkan para ibu sampai pelaku UMKM di bidang kuliner.

“Jadi masalah kenaikan harga minyak goreng ini terjadi sejak akhir tahun lalu. Setelah harganya ditekan sampai Rp 14 ribu per liter, persediaannya malah langka di pasaran. Lalu sekarang harganya kembali naik seperti semula walaupun persediaan melimpah,” kata dia.

Menurutnya ketidakjelasan dalam tata kelola distribusi minyak goreng ini akhirnya menyulitkan masyarakat, terutama pelaku UMKM yang menggunakan minyak goreng dalam usahanya.

Selain itu, pihaknya juga menerima keluhan masyarakat mengenai kenaikan harga kedelai yang sempat mempengaruhi usaha perajin tahu dan tempe sampai isu kenaikan harga daging sapi dan kelangkaan gula pasir yang juga sempat terjadi.

Kemudian kekhawatiran masyarakat akan kenaikan harga bumbu dan sayuran yang biasanya terjadi menjelang Bulan Suci Ramadhan sehingga pemerintah  diminta proaktif menyelesaikan permasalahan pangan ini di lapangan.

“Dan masyarakat utamanya mengaku kesulitan mendapat minyak goreng sampai harus antre, apalagi harganya sekarang kembali naik di pasaran,” kata dia.

Hj. Lilis mengatakan masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan menyelesaikan permasalahan kebutuhan pokok di pasaran ini. Selain itu pemerintah juga mencari solusi jangka panjang jangan sampai masalah harga dan ketersediaan kebutuhan pokok ini terulang setiap tahunnya.

“Kami berupaya mendesak pemerintah daerah untuk lebih gencar menggelar pasar murah atau operasi pasar. Kemudian harus lebih merata sehingga warga pelosok pun mendapat manfaatnya,” ujarnya.

Ia menuturkan pemerintah pun harus membuat perencanaan jangka panjang untuk mengatasi permasalahan pangan di dalam negeri seperti untuk kedelai yang sebagian masih didapat secara impor dari negara lain, seharusnya diupayakan untuk bisa ditanam di dalam negeri.

“Jika kita bisa mandiri dengan memproduksi pangan di dalam negeri maka negara ini tidak usah tergantung lagi dengan impor. Kemudian tata kelola pertanian atau peternakan kita pun harus dibenahi supaya kenaikan dan penurunan harga dapat lebih dikendalikan,” pungkasnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *