Bupati Bandung: Program Insentif Pajak Stabilkan Keuangan Daerah

Terasjabar.co – Bulati Bandung H. Dadang M. Naser mengatakan memperpanjang insentif pajak ini untuk menjaga kestabilan perekonomian di wilayahnya. Karena semenjak di berlakukan insentif pada bulan Mei lalu pendapatan Kabupaten Bandung dari sektor Pajak meningkat.

“Dengan pengurangan dan potongan karena wabah itu, tahun ini kami akan kehilangan pendapatan sekitar Rp. 1,2 triliun. Solusi terus kami cari agar keuangan daerah tetap stabil, di antaranya melalui insentif pajak ini. Kami bisa membuktikan, pendapatan daerah tidak jatuh, bahkan melampaui capaian tahun lalu,” kata Dadang di Soreang Rabu (5/8/2020).

Selain itu, pemerintah provinsi juga mengurangi Dana Bagi Hasil (DBH) atas BPHTB. Pemerintah pusat juga telah memotong Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) daerah untuk percepatan penanggulangan pandemi global tersebut

“Ini strategi Sabilulungan pemerintah bersama masyarakat, dalam rangka menjaga stabilitas keuangan daerah. Kami akan terus memotivasi jajaran perangkat daerah, untuk kreatif dan inovatif, dalam memunculkan program-program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat secara luas,” jelasnya.

Tahun-tahun sebelumnya, hanya 40 perseb dari wajib pajak sektor PBB, membayar kewajibannya. Dengan diluncurkannya insentif pajak, kesadaran warga untuk membayar pajak meningkat hampir 100 persen.

“Saya ucapakan terimakasih kepada seluruh wajib pajak Kabupaten Bandung, yang telah merespon program tersebut,” pungkasnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *