Terbesar dalam Sejarah, Penyerapan Anggaran Pemprov Jabar Tembus Rp 33 Triliun

Terasjabar.co – Serapan anggaran belanja daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat 2018 mencapai 94,42 persen dari total Rp 35,7 triliun. Hal itu sesuai dengan prediksi pemerintah, serapan anggaran 2018 bisa terrealiasi 93-95 persen.

“Alhamdulillah karena dari awal kita sudah lakukan evaluasi dan monitoring secara berjenjang. Saya melakukan pemantauan langsung terus-menerus. Saya kordinasi dengan kepala OPD sehingga tahun 2018 lebih baik dari 2017 dari sisi penyerapan,” ujar Sekretaris Daerah Pemprov Jabar Iwa Karniwa, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (3/1/2019).

Menurut Iwa, penyerapan anggaran tahun 2018 terbilang terbesar dalam sepanjang sejarah Jabar, dari sisi total angka absolute dari total Rp 35,7 triliun, realisasinya Rp 33,76 triliun.”Prediksi saya 93-95 sekarang realisasinya 94,42 persen,” kata dia.

Yang membanggakan, kata Iwa adalah belanja langsung, di mana anggarannya Rp 8,5 triliun realisasinya Rp 7,82 triliun, atau berarti 91,8 persen. Artinya proses perencanaan cukup baik bahkan baik.

“Mayoritas infrastruktur dan pengadaan barang dan jasa saja itu 94 persen dari Rp 4 triliun. Untuk belanja modal Rp 3,6 triliun  realisasi Rp 3,17 triliun. Belanja pegawai Rp 5,67 triliun realisasinya Rp 5,54 triliun atau 97,76 persen artinya penganggaran pegawai sudah mendekati akurat,” tuturnya.

Sementara belanja hibah Rp 9,4 triliun, realisasinya Rp 8,8 triliun atau 93,6 persen. Pada belanja tersebut penuh dengan kehati-hatian, dan belanja hibah ini paling besar terserap BOS untuk 7 juta siswa Rp 8 triliun untuk SD, SMP, SMA/SMK.

Iwa pun merilis serapan OPD terendah masih diduduki oleh Dinas Kesehatan. Anggaran Rp 1,23 triliun hanya terserap Rp 942 miliar atau 74,62 persen. Hal itu di antaranya karena adanya gagal lelang pembangunan RSUD Pameungpeuk Garut.

“Dinkes cukup besar (yang tidak terserap) karena mengkordinir bukan hanya untuk dinkes saja tapi RSUD Al Ihsan, RSUD Pameungpeuk, RSUD Jampang Kulon, RS Paru Sidawangi, Dan RS jiwa. Dan gagal lelang di Pameungpeuk itu menjadi penyumbang terbesar tidak terserapnya anggaran di dinkes, ” ucapnya.

Lebih jauh Iwa menuturkan, terkait dengan pembangunan RS Pameungpeuk, hal itu dianggarkan melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2018. Hal ini sebagai kegiatan pengendalian dampak dari tembakau tersebut yang jadi salah satu arahan penggunaan DBHCHT.

Dengan gagal lelang tersebut membuat realisasi DBHCHT di Jabar rendah.

“Realisasi (di Dinkes Jabar) 11 persen karena gagal lelang pembangunan rumah sakit di Pameungpeuk. Itu kan cukup besar di atas Rp 100 miliar,” ucapnya.

Menurut dia, serapan DBHCHT Jabar hanya sebesar 30 persen. Pada 2018 Pemprov Jabar mendapat DBH CHT sebesar Rp176,8 miliar. Dari total anggaran tersebut hanya mampu terserap lebih dari Rp 30 miliar atau sekitar 30 persen.

“Dari Rp 176,8 miliar, realisasinya sekitar Rp 30 miliar lebih,” katanya.

Iwa menuturkan, beberapa dinas yang mendapat DBH CHT realisasi anggarannya sudah cukup baik di atas 90 persen. Contohnya di Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan dari dana sebesar Rp 12 miliar realisasinya mencapai Rp 11 miliar atau sekitar 94 persen.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 − 4 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam