Jelang Akhir Tahun, Serapan Anggaran Pemprov Jabar 2018 Baru 83,40 Persen

Terasjabar.co – Serapan anggaran belanja daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat 2018 hingga 14 Desember kemarin baru mencapai 83,40 persen dari total anggaran belanja sebesar Rp 35,7 triliun, atau baru terserap 83,40 persen.

Dalam dua pekan kedepan, pemerintah harus terus mempercepat serapan anggaran untuk bisa mencapai target serapan sebesar 95 persen bahkan lebih.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, serapan tersebut disumbang dari serapan belanja tidak langsung dan belanja langsung yang keduanya masing-masing berkontribusi menyerap 85,1 persen dan 79,4 persen.

Adapun rinciannya, kata dia, belanja tidak langsung Rp 27,51 triliun realisasinya Rp 23,1 triliun atau 85,1 persen. Di antaranya belanja pegawai Rp 5,67 triliun dengan realisasi Rp 5,35 triliun atau 94,44 persen, belanja hibah Rp 9,4 triliun dengan realiasi Rp 8,65 triliun atau 91,97 persen.

Lainnya, belanja bagi hasil kabupaten kota dari target Rp 7,54 triliun realisasinya baru Rp 5,51 triliun atau 73,17 persen.

“Belanja tidak terduga Rp 45,5 miliar baru terrealiasi sedikit, dana tak terduga ini belum termasuk dengan bantuan keuangan untuk ke Kota Bogor. Dengan demikian maka belanja tidak langsung 85,1 persen,”kata dia di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Selasa (18/12/2018).

Menurut Iwa, belanja tidak langsung ini dipercepat penyerapannya khususnya terkait dana bagi hasil pajak kabupaten kota dalam pekan ini.

“Sudah saya rapatkan dan perintahkan kepada kepala Bapenda untuk segera kordinasi menggenjot pendapatan sehingga mencapai 100 persen. Kalau sudah 100 persen maka sudah bisa diajukan untuk triwulan keempat untuk bagi hasil pajak kabupaten kota,” kata dia.

Selain itu, kata Iwa, pihaknya pun akan melihat, khususnya yang menyangkut bantuan keuangan kabupaten kota. Pemerintah kota dan kabupaten diminta untuk segera merealiasasikan sesuai ketentuan yang berlaku dan dipantau penyelesaiannya oleh kepala daerah setempat maupun sekdanya.

Mereka pun diminta segera mengajukan pada provinsi, mengingat batas pengajuan itu sudah ada surat edaran dari pemrpov jabar.

Selanjutnya, sambung Iwa, untuk belanja langsung dari target Rp 8,5 triliun baru terealisasi Rp 6,72 triliun atau 79,4 persen. Di dalamnya sudah termasuk belanja modal di mana belanja modal ada belanja barang dan jasa Rp 4,6 triliun yang realiasinya baru Rp 4,1 triliun atau 88,63 persen.

Lainnya, belanja modal dari target Rp 3,6 triliun realisasinya baru Rp 2,38 triliun atau 66,09 persen.

“Sehingga dari data tersebut yang harus dipercepat proses penyelesaiannya dan pembayarannya adalah belanja modal dan barang dan jasa sehingga diharapkan realisasi penyerapan anggaran di akhir tahun bisa sesuai dengan tujuan yaitu 95 persen,” tutur dia.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 − 3 =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization