Dinsos Kota Bandung Siapkan Strategi Halau Pengemis Musiman

Terasjabar.co – Hingga hari kedelapan bulan puasa, Pemkot Bandung belum mendeteksi pergerakan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) seperti pengemis musiman yang biasa mencari peruntungan di Kota Bandung terlebih saat mendekati Hari Raya Idul Fitri.

“Sampai hari ini pengemis musiman ini belum signifikan. Biasanya mereka mulai datang itu menjelang Idul Fitri antara H-10 dan H-5,” ujar Kadinsos Kota Bandung Tono Rusdiantono di Bandung Menjawab, Kamis (24/5/2018).

Tono mengatakan saat ini pihaknya sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi hal tersebut. Salah satunya menyiapkan 10 titik pantau yang di antaranya berada di Jalan Pasirkoja, Pasteur, LLRE Martadinata (Riau) dan Gatot Subroto.

Nantinya di setiap titik pantau akan terdapat sejumlah aparat yang siap menghalau para pengemis. Bahkan aparat tak segan menggaruk mereka yang membandel dan membawanya ke rumah singgah untuk diberi pembinaan dan pelatihan.

“Bukan berarti PMKS ini kita razia lalu digebukin. Kita razia secara baik-baik kemudian dibawa ke rumah singgah untuk diterapi dan pelatihan. Intinya agar mereka tidak kembali lagi ke jalan, kita coba ubah pola pikirnya,” katanya.

Selain itu pihaknya juga akan berkoordinasi dengan daerah lain. Sebab selama ini 70 persen PMKS berasal dari luar Kota Bandung. Salah satu contohnya adalah anak-anak yang menjual coet di sekitar Jalan Seram dan Jalan Riau.

“Jadi kemarin kita dapati ada lima anak jual coet, kita amankan tiba-tiba ibunya lari nyamperin kita. Ternyata mereka dari KBB (Kabupaten Bandung Barat). Tetap kita bina, lalu setelah tujuh hari kita koordinasi dengan KBB untuk dikembalikan,” ucapnya.

Menurut Tono permasalahan PMKS sudah seharusnya dibereskan secara bersama-sama. Sebab keberadaan mereka akan membuat Kota Bandung yang sudah tertata terkesan kumuh, semrawut dan mengganggu ketertiban juga lalu lintas.

“Kuncinya semua warga atau wisatawan di Kota Bandung kalau menemukan PMKS lebih baik jangan diberi uang. Kalau pun mau memberi lebih baik langsung ke lembaga resmi. Mereka itu ada karena di Bandung ini masih banyak yang ‘dermawan’. Jadi lebih baik mulai saat ini jangan memberi pada mereka,” katanya.

 

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *