Bulan Ramadhan Tiba, Pemkot Bandung Bersiaga Hadapi Menjamurnya PKL Musiman

Terasjabar.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersiap menghadapi permasalahan yang biasa terjadi saat bulan suci Ramadhan tiba. Salah satu masalah yang terjadi saat Ramadhan di Kota Bandung yaitu munculnya Pedagang Kali Lima (PKL) musiman yang biasanya menjamur saat bulan puasa.

Kabid Penindakan Satpol PP Kota Bandung Taspen Efendi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan lebih dari 100 pasukan untuk menghalau PKL agar tidak berjualan sembarangan. Ratusan pasukan Satpol PP akan dibagi menjadi tiga shif agar bisa patroli selama 24 jam.

“Kami siapkan personil yang tergabung pada pasukan reaksi cepat. Ada 90 orang Satpol PP akan pantau berdasarkan jam-jam tertentu. Kami memantau selama 24 jam,” kata Taspen Efendi, Kamis (17/5/2018).

Taspen Efendi juga mengungkapkan, pihaknya akan menegakkan Perda Nomor 11 Tahun 2005 tentang K3 dan Perda Nomor 4 Tahun 2011 tentang Penataan dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima. Satpol PP akan menyiagakan anggotanya di titik-titik rawan PKL musiman.

Taspen menyebutkan ada tujuh kawasan rawan PKL musiman. Ketujuh titik itu akan dijaga petugas Satpol PP pada bulan Ramadhan ini. Ketujuh titik tersebut yakni Jalan Kepatihan, Dalem Kaum, Dewi Sartika, Otto Iskandar Dinata, Merdeka, Kawasan Alun-alun dan Jalan Asia Afrika. Selain itu, Satpol PP juga akan mengawasi zona-zona merah lainnya.

“Kami meminta bantuan ke aparatur kewilayahan juga kepolisian untuk membantu menegakkan,” kata Taspen,Kamis (17/5/2018).

Selain tujuh titik pusat kota tersebut,  pihaknya juga akan mengawasi lokasi lain yang berada pada zona merah. Secara keseluruhan, ada 233 titik zona merah di Kota Bandung berdasarkan 10 kriteria dalam Perda, di antaranya, jalan nasional, jalan provinsi, sekitar rumah dinas para pejabat pemerintah provinsi dan pemerintah daerah (100 meter dari jarak terluar lokasi). Sementara itu, ada 290 titik Zona Kuning dan 62 titik Zona Hijau untuk berjualan.

Selain itu, Taspen juga berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan untuk menertibkan Mobil Toko (Moko) yang banyak beroperasi di Jalan Trunojoyo dan Jalan Diponegoro. Satpol PP akan menertibkan moko agar tidak menimbulkan kemacetan.

“Satpol PP bertugas untuk mengamankan dagangannya. Nah mobilnya nanti akan diurus oleh Dishub karena Dishub yang bisa menggembok mobil. Kalau mobilnya melanggar parkir, artinya berhenti di tempat yang tidak diperbolehkan, itu bisa ditilang oleh kepolisian,” tutur Taspen.

Pejabat Sementara Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin menambahkan, Kota Bandung harus mulai bersiaga menghadapi bulan Ramadhan. Menurutnya, Ramadan biasa dijadikan momentum untuk memperoleh lebih banyak pundi-pundi. Sayangnya, tak jarang kedatangan mereka ke Kota Bandung, khususnya para Pedagang Kaki Lima, tidak dibarengi dengan pengetahuan atas peraturan yang berlaku di Kota Bandung.

“Banyak pendatang yang diprediksi menyerbu Kota Bandung. Hal ini karena sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung adalah magnet bagi para pelaku ekonomi,” kata Solihin.

Oleh karena itu, dia berharap, para petugas di lapangan tidak membiarkan terjadi pelanggaran pada zona-zona merah, terutama pada kawasan 7 titik yaitu Kawasan Alun-Alun, Jalan Otto Iskandardinata, Jalan Dalem Kaum, Jalan Kepatihan, Jalan Dewi Sartika, Jalan Asia Afrika, dan Jalan Merdeka.

“Karena awal mula PKL yang menjamur itu dari satu dua pedagang yang melanggar kemudian dibiarkan. Makanya saya minta ke aparatur kewilayahan untuk turut membantu, karena Satpol PP saja tidak cukup. Ini tugas bersama,” imbaunya.

Solihin menambahkan, penegakkan aturan itu bukan berarti melarang para PKL untuk berjualan guna mencari nafkah. Ia hanya meminta agar mereka menaati aturan yang berlaku di Kota Bandung.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *