Mahasiswa Suci Gelar Demo Tolak Kedatangan Tenaga Kerja Asing

Terasjabar.co – Mahasiswa Sukabumi-Cianjur (Suci) melakukan demonstrasi di depan Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Jumat (4/52018).  Mereka berunjuk rasa menolak kedatangan Tenaga Kerja Asing kesejumlah perusahaan yang tersebar di Sukabumi dan Cianjur.

Aksi mahasiswa yang tergabung Himpunan Mahasiswa Sukabumi dan Mahasiswa Tjianjur sempat memperoleh pengamanan personil Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Sukabumi Kota. Kendati smepat diguyur hujan, tapi tidak menyurutkan para mahasiswa menyampaikan aspirasi.

Dalam aksinya, para mahasiswa tidak hanya  menolak Perpres No 20 tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing,  karena masih dipekerjakan buruh kasar yang bisa mendorongnya peningkatnya jumlah pengangguran. Tapi mempertanyakan temuan empat orang TKA disalah satu perusahaan diwilayah Cianjur yang masih belun ditindak oleh pihak berwenang.

“Keberadaan para TKA tersebut masih belum diketahui. Kalau memang telah dideportasi mana buktinya,” kata  Koordinator Aliansi Mahasiswa Sukabumi-Cianjur, Ibnu Habiburahman.

Ibnu Habiburahman mensinyalir adanya oknum yang kerap menginformasikan  inspeksi mendadak (Sidak) kepada perusahaan yang memperkerjakan warga asing  dan pihak tertentu. Sehingga upaya penegakan selalu mengalami kendala mengamankan TKA illegal.

“Kami mendesak agar pihak berwenang untuk segera menangkap oknum dan informasi yang membocorkan sidak-sidak tenaga kerja asing. Termasuk mendesak memecat oknum pegawai imigrasi dan disnaker bila masih ada TKA ilegal,”katanya.

Sebelumnya, Kepala Kantor  Kelas II Sukabumi, Hasrullah  mengatakan sebanyak 12 orang warga negara asing (WNA) telah dideportasi. WNA yang didominasi berasal dari Tiongkok sejak Januari hingga April 2018 lalu.

“Mereka dideportasi karena para WNA ini melakukan penyalahgunaan izin tinggal keimigrasian diantaranya melakukan pekerjaan tidak sesuai dengan visa yang dimiliki,” katanya.

Dari data yang diperoleh di kantpr Imigrasi, sebanyak  lima orang  warga  Tiongkok, seorang Taiwan, dua orang Korea Selatan, seorang Jepang, seorang Banglades, seorang Mesir dan seorang lagi warga Filipina. “Mereka semuanyab telah dipulangkan kenegaranya,” kata Hasrullah.

Sementara jumlah TKA yang tersebar di di Kota, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur  terinventarisir sebanyak 433 orang.  Sebagian besar Tenaga Kerja Asing (TKA) tersebut melakukan aktivitas di sektor perindustrian. “Data terakhir hingga April 2018 tercatat ada sebanyak 433 TKA,” katanya.

Para TKA tersebut, kata Hasrullah berasal dari Cina sebanyak 186 orang. Sedangkan Korea Selatan sebanyak 128 orang, Taiwan 67 orang, Thailand 14 orang, dan Malaysia  9 orang.

“TKA  mayoritas tinggal di Kabupaten Sukabumi sebanyak 317 orang. Sedanhkan di Kabupaten Cianjur 100 orang, dan Kota Sukabumi  16 orang,” katanya.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 + 2 =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization