Infrastruktur Pengairan Subang Capai 95 Persen, Zulkifly Chaniago Tekankan Kualitas Pembangunan dan Keberlanjutan Irigasi

Kab. Subang, 14/10/26 — Capaian pembangunan infrastruktur pengairan di Kabupaten Subang yang telah mencapai 95 persen hingga pertengahan Oktober 2026 menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap kualitas dan keberlanjutan pengelolaan sumber daya air. Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Zulkifly Chaniago, B.E., memandang pembangunan jaringan pengairan memiliki peran strategis dalam mendukung kegiatan pertanian, pengendalian aliran air, serta keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.

Berdasarkan informasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Subang yang dipublikasikan pada Oktober 2026, pekerjaan bidang sumber daya air telah mencapai progres fisik sekitar 95 persen. Dari total 61 lokasi pekerjaan, sebanyak 58 lokasi dilaporkan selesai, sedangkan tiga lokasi lainnya masih dalam tahap penyelesaian. Kegiatan tersebut mencakup normalisasi saluran sungai, pelapisan saluran, pembangunan tembok penahan tanah, pemasangan bronjong, dan pekerjaan infrastruktur pengairan lainnya.

Zulkifly menilai capaian tersebut merupakan perkembangan yang perlu dilihat bersama dengan kualitas hasil pekerjaan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur pengairan tidak cukup hanya dinilai dari persentase penyelesaian fisik, tetapi juga dari kemampuan fasilitas tersebut menjalankan fungsinya secara optimal setelah digunakan oleh masyarakat.

“Progres pembangunan tentu penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah kualitas hasil pekerjaan. Infrastruktur pengairan harus benar-benar berfungsi dengan baik, memiliki ketahanan yang memadai, dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Zulkifly dalam rancangan keterangannya.

Menurutnya, jaringan pengairan merupakan bagian penting dari sistem pendukung pertanian dan pengelolaan lingkungan. Ketersediaan serta kelancaran aliran air dapat memengaruhi kegiatan produksi pertanian, sementara saluran yang tidak terpelihara berpotensi menimbulkan persoalan seperti sedimentasi, penyumbatan, dan gangguan aliran. Oleh sebab itu, pembangunan dan pemeliharaan harus menjadi dua kegiatan yang saling melengkapi.

Zulkifly mengatakan bahwa Kabupaten Subang memiliki potensi pertanian yang membutuhkan dukungan infrastruktur air secara berkelanjutan. Keandalan jaringan irigasi dapat membantu petani mengelola kegiatan produksi dengan lebih baik, terutama pada wilayah yang bergantung pada distribusi air melalui saluran teknis. Namun, kebutuhan tersebut perlu disesuaikan dengan kewenangan pengelolaan masing-masing jaringan irigasi.

Sebagai anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat yang membidangi pembangunan dan infrastruktur, Zulkifly memandang pengelolaan sumber daya air membutuhkan perencanaan yang terintegrasi. Pembangunan saluran, pemeliharaan tanggul, pengendalian sedimentasi, serta perlindungan daerah aliran sungai perlu dilaksanakan dengan mempertimbangkan hubungan antarwilayah. Penanganan pada satu titik harus memperhatikan dampaknya terhadap kondisi aliran air di lokasi lainnya.

“Pengairan merupakan kebutuhan mendasar, terutama bagi wilayah yang memiliki aktivitas pertanian cukup besar. Karena itu, pembangunan saluran dan jaringan irigasi harus memperhatikan kebutuhan petani, kondisi lingkungan, serta keberlanjutan fungsi infrastruktur,” katanya dalam rancangan pernyataan.

Ia juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap jaringan irigasi yang masih membutuhkan pembenahan. Capaian penyelesaian pekerjaan pada 2026 tidak berarti seluruh kebutuhan pengairan di Subang telah terpenuhi. Pemerintah perlu terus memetakan kondisi saluran yang rusak, wilayah yang menghadapi keterbatasan pasokan air, serta kebutuhan pemeliharaan yang belum dapat ditangani dalam tahun anggaran berjalan.

Menurut Zulkifly, perencanaan pembangunan berikutnya perlu didasarkan pada skala prioritas yang jelas. Infrastruktur yang memiliki dampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat dan kegiatan ekonomi produktif perlu memperoleh perhatian sesuai dengan tingkat urgensinya. Di sisi lain, kualitas perencanaan teknis dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan harus terus ditingkatkan untuk mengurangi risiko kerusakan dini.

Zulkifly berharap koordinasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, serta instansi terkait dapat terus diperkuat dalam pengelolaan jaringan pengairan. Pembagian kewenangan perlu dipahami dengan baik agar kebutuhan masyarakat dapat disampaikan kepada lembaga yang bertanggung jawab dan penanganannya tidak mengalami keterlambatan akibat persoalan administratif.

“Pembangunan pengairan harus dilihat sebagai investasi jangka panjang bagi masyarakat. Kalau saluran berfungsi dengan baik, kegiatan pertanian dapat lebih terbantu, pengelolaan air menjadi lebih tertib, dan manfaat pembangunan bisa dirasakan secara berkelanjutan. Itu yang perlu terus kita dorong,” pungkas Zulkifly dalam rancangan keterangannya.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × two =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam