POLITIK HISTORIOGRAFI: Cacat Logika Sejarah dan Cacat Sejarah

Oleh:
Nunu A. Hamijaya
(Sejarawan Publik/Pusat Studi Sunda)

Terasjabar.co – Istilah politik historiografi sebagai “perilaku kekuasaan dalam mengendalikan sejarah”, pertama kali penulis kutip dari karya Henk Schulte Nordholit et al. (2008:1) yang berjudul Perspektif Baru Penulisan Sejarah Indonesia.

Politik historiografi setidaknya dapat berbentuk: cacat logika sejarah, cacat sejarah, mitos sejarah, dan  penghilangan/penguburan sejarah

Cacat Logika sejarah berkaitan dengan “sejarah” sebagai subyek logika berpikirnya. Cacat sejarah adalah peristiwa sejarahnya benar-benar terjadi, namun terhadap peristiwa tersebut ada bagian sejarahnya yang tidak pernah terjadi.

Cacat Logika sejarah. Misalnya, klaim bahwa “Imam Bonjol dan Pangeran Diponegoro berjuang untuk kemerdekaan bangsa Indonesia”. Bukankah, mereka itu berjuang dan melawan Belanda bukan untuk kemerdekaan bangsa Indonesia, tetapi untuk mengusir Belanda atas campur-tanganya di Tanah Minang dan Tanah Jawa. Sedangkan, entitas “bangsa Indonesia” tidak dikenal saat itu.

Adapun cacat logika sejarah lainnya, adalah cara berpikir yang mendahulukan entitas “Bangsa Indonesia” daripada “Umat Islam”, padahal kehadiran kedua entitas tersebut hampir terpaut 1400 tahun lebih. Jika konsekuen, maka seharusnya yang benar-benar harus diperjuangkan adalah frasa UMAT ISLAM BANGSA INDONESIA, sebab adanya Bangsa Indonesia baru tahun 1928.

Contoh cacat logika sejarah lainnya adalah adalah pernyataan bahwa ‘bangsa Indonesia telah dijajah selama lebih dari 350 tahun”. Pernyataan ini, bukan saja cacat logika sejarah juga cacat sejarah. Pertama, cacat sejarah, karena tidak benar bangsa Indonesia telah dijajah selama 350 tahun. Yang benar, bahwa perlawanan para sultan dan raja-raja terhadap VOC dan kemudian setelah tahun 1904, perlawanan kemudian dilanjutkan melalui organisasi politik, seperti Sarekat Dagang Islam (1905) dan Sarekat Islam (1912) memang telah berlangsung ratusan tahun lebih lamanya.

Cacat logika sejarah-nya, bahwa faktanya perlawanan terhadap VOC dan Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda sudah berlangsung jauh sebelum terbentuknya entitas geo-politik bernama Indonesia dan bangsa Indonesia (Manifesto Politik, 1925 di Denhaag). Adapun perjuangan dan perlawanan atas nama Bangsa Indonesia baru dimulai setidaknya sejak Kongres Pemuda II, 1928. Padahal, atas nama pribumi muslim atau umat islam di Hindia Belanda, perjuangan perlawanan terhadap penjajahan tersebut sudah dicetuskan sejak adanya Pidato Zelfbestuur (Kehendak Berpemerintahan Sendiri) 17/6/1916) dalam peristiwa NATICO I (National Congres) Central Sarekat Islam (CSI) di Bandung.

Jejak NATICO I hampir dihilangkan jika tidak jasa almarhum Mang Oded Wali Kota Bandung pada saat itu yang mau mendengarkan penjelasan tentang sejarahnya dalam buku Titiknol Zelfbestuur 1916 karya Nunu A. Hamijaya, Nunung K. Rukmana, dan Fathia Lestari. Kami sempat bertemu beliau Mei 2018. Museum Kota Bandung diresmikan pada 31 Oktober 2018. Saat ini 2025, dalam Ultah ke 2015 oleh Wali Kota Bandung M. Farhan dikunjungi lagi.

Contoh cacat logika sejarah lainnya adalah adalah pernyataan bahwa ‘bangsa Indonesia telah dijajah selama lebih dari 350 tahun”. Pernyataan ini, bukan saja cacat logika sejarah juga cacat sejarah. Pertama, cacat sejarah, karena tidak benar bangsa Indonesia telah dijajah selama 350 tahun. Yang benar, bahwa perlawanan para sultan dan raja-raja terhadap VOC dan kemudian setelah tahun 1904, perlawanan kemudian dilanjutkan melalui organisasi politik, seperti Sarekat Dagang Islam (1905) dan Sarekat Islam (1912) memang telah berlangsung ratusan tahun lebih lamanya.

Cacat sejarah lainnya,adalah tentang adanya SUMPAH PEMUDA dalam Kongres Pemuda II di Batavia, 27-28 Oktober 1928. Benar, bahwa sejarah telah mencacat adanya peristiwa kongres yang memutuskan adanya HASIL KERAPATAN, yaitu tentang tanah air dan bangsa, serta bahasa bernama INDONESIA. Namun, tidak benar bahwa telah ada sebuah SOEMPAH PEMUDA. Hal ini merupakan sebuah tafsir atas sejarah tersebut yang dilakukan Pemerintahan RI Yogyakarta melalui tangan-mulut M. Hatta dan M. Yamin. Tidak pernah ada pembacaan Teks SOEPAH PEMUDA saat kongres tersebut.

Motivasi dibalik tafsir tentang SOEMPAH POEMUDA yang ditempuh Hatta-Yamin sebagai upaya membangun kekuatan persatuan lewat opini dan framing politik kedaulatan Kebangsaan (Nasionalime) Indonesia yang saat itu menghadapi rongrongan pohak Komunis (PKI) di Madiun tahun 1948 dan DI/TII (1949) Pasca disahkannya Perjanjian Renville yang ditolak kaum komunis dan kaum islam. Lebih lanjut, akhirnya SUMPAH PEMUDA itu pun disahkan lewat momentum Kongres bahasa Nasional I di Medan (1954).

Cacat sejarah lainnya sekaligus upaya mengubur sejarah, yaitu dengan menghapuskan jejak sejarah, bahwa NO (Nahdatoel Oelama) adalah organisasi islam pertama yang secara tegas menyatakan bahwa wilayah Hindia Belanda ini adalah DARUL ISLAM (1936) dan perjuangan ulama, santri dan umat Islam di Hindia Belanda ini adalah untuk mendirikan “NEGARA ISLAM” (1940). Selain itu, lewat partai politik satu-satunya di era Hindia belanda, yaitu Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) menyatakan SIKAP HIDJRAH (1936), sebagai “minhajun nubuwwah” dalam perjuangan mewujudkan “darul islam” dan “negara islam”, sebagaimana Nabi SAW dengan Negara Madinah. Ini artinya, perjuangan membela dan memperjuangkan Darul Islam (DI) dan mendirikan sebuah negara dan pemerintahan Islam di wilayah Indonesia memiliki legitimasi secara historis. Mengapa kemudian, ada penumpang gelap dalam perjuangan umat islam bangsa Indonesia, dengan negara-bangsa atas nama Nasionalisme Indonesia dan NASAKOM-nya Soekarnoisme?

Cacat sejarah lainnya, adalah konsepsi dan praktek DEMOKRASI yang merupakan penumpang gelap dalam konsepis para ulama dan tokoh ummat islam dalam menwujudkan suatu negara dan pemerintahan islam. Bahkan, dalam Pembukaan UUD 1945 Negara RI saja, kata dan konsep demokrasi tidak pernah disebut-disebut. Namun, pada prakteknya, sejak terbitnya Dekrit Presiden 5/7/59, maka muncullah konsep kebijakan politik Demokrasi Terpimpin di Era Soekarno dan Demokrasi Pancasila di era Soeharto dan dilanjutkan hingga sekarang ini.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen + 18 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam