Zulkifly Chaniago: Pembangunan SPAM Harus Pastikan Akses Air Bersih Layak bagi Masyarakat Desa
Terasjabar.co – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Zulkifly Chaniago, BE., menegaskan bahwa program pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berbasis masyarakat harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga, terutama di wilayah pedesaan yang masih menghadapi keterbatasan akses air bersih.
Hal itu disampaikan saat Komisi IV DPRD Jawa Barat melakukan kunjungan kerja ke Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, pada Jumat (17/10/2025).
Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung progres pembangunan SPAM yang tengah dilaksanakan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat.
Dalam kegiatan tersebut, Zulkifly menekankan pentingnya pengawasan agar proyek pembangunan SPAM berjalan sesuai standar teknis dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Menurutnya, air bersih merupakan hak dasar warga yang harus dipenuhi secara merata oleh pemerintah.
“Ketersediaan air bersih adalah kebutuhan pokok. Program SPAM ini tidak boleh hanya sebatas proyek fisik, tetapi harus memastikan masyarakat benar-benar mendapatkan akses air layak dan berkelanjutan,” ujar Zulkifly.
Politisi Partai Demokrat ini juga meminta agar pelaksanaan program SPAM memperhatikan keberlanjutan sistem pengelolaan air pasca-proyek. Ia menilai, banyak infrastruktur air bersih yang mangkrak karena kurangnya perawatan dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan pasca pembangunan.
Zulkifly menegaskan, keberadaan SPAM bukan hanya soal penyediaan air minum, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat dan upaya pencegahan stunting, terutama di wilayah pedesaan yang rentan terhadap kekurangan gizi dan sanitasi buruk.
“Air bersih yang cukup dan berkualitas akan berdampak langsung pada kesehatan masyarakat. Ini menjadi salah satu faktor penting dalam menekan angka stunting di Jawa Barat,” jelasnya.
Ia juga menyoroti perlunya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan pemerintah desa agar program air bersih dapat terintegrasi dengan program kesehatan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Lebih lanjut, Zulkifly mendorong agar proyek SPAM berbasis masyarakat benar-benar melibatkan warga dalam setiap tahapannya, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pemeliharaan. Pendekatan partisipatif ini dinilai akan memperkuat rasa memiliki dan tanggung jawab warga terhadap fasilitas yang telah dibangun.
“Jika masyarakat ikut merasa memiliki, maka fasilitas air bersih ini akan dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. Ini kunci keberlanjutan program SPAM di lapangan,” tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa program air bersih juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan, termasuk menjaga sumber mata air dan mencegah eksploitasi berlebihan yang dapat merusak ekosistem.
Zulkifly menegaskan bahwa Komisi IV DPRD Jawa Barat berkomitmen untuk terus mengawal pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Program SPAM menjadi salah satu prioritas yang akan terus dipantau agar implementasinya sesuai dengan visi pembangunan berkelanjutan di Jawa Barat.
“Kami akan terus memastikan agar setiap rupiah anggaran yang digunakan memberi manfaat maksimal bagi rakyat. Infrastruktur air bersih adalah investasi sosial yang harus dijaga,” pungkasnya.






Leave a Reply