Zulkifly Chaniago: Embung Sindangsari Berperan Penting untuk Ketahanan Air dan Kesejahteraan Warga Sumedang
Terasjabar.co – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Zulkifly Chaniago, BE., menegaskan bahwa keberadaan embung memiliki peran vital dalam menjaga ketahanan air, mendukung pertanian, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan Embung Sindangsari Kehati di Kabupaten Sumedang, pada Kamis (16/10/2025).
Kunjungan tersebut dilakukan oleh Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat dalam rangka fungsi pengawasan terhadap proyek-proyek strategis daerah, khususnya di sektor sumber daya air (SDA) yang berada di bawah pengelolaan UPTD PSDA Wilayah Sungai Citarum, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifly menekankan bahwa proyek pembangunan Embung Sindangsari harus diselesaikan tepat waktu dengan kualitas terbaik, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Sumedang dan sekitarnya.
“Embung Sindangsari berperan penting dalam menjaga ketahanan air dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama bagi sektor pertanian dan pemenuhan air bersih,” ujar Zulkifly.
Menurutnya, embung bukan hanya infrastruktur fisik untuk menampung air hujan, tetapi juga bagian penting dari ekosistem pengelolaan air terpadu yang mendukung ketersediaan air di musim kemarau serta mengurangi risiko banjir saat musim hujan.
Politisi Partai Demokrat ini meminta agar proses pembangunan embung dapat dipercepat tanpa mengabaikan aspek kualitas konstruksi. Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan dari dinas teknis agar pembangunan berjalan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan.
“Kami ingin memastikan pembangunan embung dilakukan secara profesional, menggunakan material yang berkualitas, dan dikelola dengan sistem pengawasan yang ketat agar daya tahannya maksimal,” tegasnya.
Zulkifly juga menambahkan bahwa keberadaan embung seperti Sindangsari merupakan bentuk investasi jangka panjang pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan lingkungan hidup di daerah-daerah rawan kekeringan.
Selain fungsi utamanya sebagai penampung air, Embung Sindangsari juga diharapkan memiliki nilai tambah bagi masyarakat sekitar, baik dari sisi ekologis maupun ekonomi.
Menurut Zulkifly, embung dapat dikembangkan menjadi objek wisata edukatif, area konservasi, dan sumber ekonomi produktif bagi masyarakat desa.
“Jika dikelola dengan baik, embung bukan hanya menopang kebutuhan air pertanian, tetapi juga bisa menjadi daya tarik wisata berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal,” ujarnya.
Zulkifly menilai pembangunan embung juga sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mewujudkan Jabar Green Province, yaitu program pembangunan yang berorientasi pada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.
Sebagai mitra pemerintah, Komisi IV DPRD Jawa Barat berkomitmen untuk terus mengawal pembangunan infrastruktur SDA yang pro rakyat, termasuk memastikan keberlanjutan program pemeliharaan embung setelah pembangunan selesai.
“Kita ingin embung-embung di Jawa Barat tidak hanya dibangun, tapi juga dirawat. Keberlanjutan program sangat penting agar manfaatnya bisa dirasakan lintas generasi,” tutup Zulkifly.






Leave a Reply