BUMD Jabar Harus Beri Kontribusi Nyata, Tetep Abdulatip Soroti Kinerja dan Tata Kelola
Bandung, 15/4/26 — Keberadaan Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD memiliki posisi strategis dalam struktur perekonomian Jawa Barat. Selain menjalankan fungsi bisnis, BUMD juga memiliki hubungan dengan pengelolaan aset dan sumber daya daerah.
Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat Tetep Abdulatip mengatakan pengelolaan BUMD perlu dilakukan secara profesional agar tidak hanya menjadi institusi yang berdiri atas nama pemerintah daerah, tetapi benar-benar mampu memberikan kontribusi.
“BUMD harus sehat secara bisnis, profesional dalam pengelolaan, dan memberikan manfaat bagi daerah. Jangan sampai aset daerah hanya berhenti sebagai penyertaan modal tanpa hasil yang jelas,” ujar Tetep.
Menurutnya, evaluasi terhadap BUMD perlu melihat berbagai aspek, mulai dari kinerja keuangan, tata kelola, kemampuan bersaing, kualitas manajemen, hingga kontribusinya terhadap PAD.
Tetep juga menilai setiap keputusan penyertaan modal harus didasarkan pada kajian yang jelas. Pemerintah dan DPRD perlu mengetahui tujuan penambahan modal, proyeksi keuntungan, risiko usaha, serta indikator keberhasilannya.
“Kalau daerah menambah modal, tentu harus ada target yang jelas. Berapa kontribusinya, kapan targetnya dicapai, dan bagaimana mekanisme pengawasannya,” katanya.
Ia menambahkan, BUMD memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak ekonomi daerah apabila dikelola pada sektor yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi Jawa Barat. Namun, peluang tersebut harus diikuti dengan tata kelola yang profesional dan pengawasan yang konsisten.
Tetep mengatakan Komisi III akan terus mencermati kinerja perusahaan daerah dalam kerangka fungsi pengawasan. Menurutnya, tujuan akhirnya bukan sekadar meningkatkan pendapatan daerah, tetapi memastikan aset publik dikelola secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi masyarakat.






Leave a Reply