Nia Purnakania Dorong Ekonomi Kabupaten Bandung Jadi Bagian Penting Penguatan Ekonomi Jabar
Bandung, 15/4/26 — Penguatan ekonomi daerah menjadi salah satu perhatian Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Nia Purnakania, S.H., M.Kn. Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Kabupaten Bandung, Nia menilai potensi ekonomi di tingkat kabupaten perlu terus dikembangkan agar pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tidak hanya terkonsentrasi di kawasan tertentu.
Menurut Nia, Jawa Barat memiliki karakter ekonomi yang sangat beragam. Ada daerah yang berkembang sebagai kawasan industri, sementara daerah lainnya memiliki kekuatan pada sektor pertanian, perdagangan, pariwisata, ekonomi kreatif, serta usaha mikro dan kecil.
“Jawa Barat itu besar dan setiap daerah memiliki karakter ekonomi masing-masing. Karena itu, kebijakan pembangunan ekonomi tidak bisa semuanya menggunakan pendekatan yang sama,” ujar Nia dalam draft keterangannya.
Menurutnya, Kabupaten Bandung memiliki berbagai potensi ekonomi yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan kebijakan, infrastruktur, akses pasar, pembiayaan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Nia mengatakan, salah satu persoalan yang perlu diperhatikan adalah bagaimana produk dan aktivitas ekonomi masyarakat daerah dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Jangan sampai pelaku usaha lokal hanya bergantung pada konsumen di sekitar wilayahnya.
“Kalau UMKM Kabupaten Bandung hanya menjual di pasar sekitar, tentu ruang pertumbuhannya terbatas. Kita harus membantu mereka supaya bisa masuk ke pasar yang lebih luas, termasuk melalui digitalisasi dan penguatan kualitas produk,” katanya.
Menurut Nia, akses pembiayaan juga menjadi bagian penting. Pelaku usaha membutuhkan modal yang cukup untuk meningkatkan produksi, membeli peralatan, memperbaiki kemasan, memperluas pemasaran, hingga meningkatkan kapasitas usaha.
Selain itu, infrastruktur menjadi faktor pendukung yang tidak dapat dipisahkan dari pengembangan ekonomi daerah. Jalan, transportasi, pasar, jaringan komunikasi, dan fasilitas publik akan memengaruhi biaya distribusi serta kemampuan pelaku usaha menjangkau konsumen.
Nia menilai kebijakan fiskal daerah perlu memberikan perhatian terhadap sektor-sektor ekonomi yang memiliki efek berantai. Dukungan terhadap UMKM, industri lokal, perdagangan, pertanian, dan sektor produktif lainnya pada akhirnya dapat meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus memperluas basis penerimaan daerah.
“Kalau ekonomi masyarakat tumbuh, maka pemerintah daerah juga mendapatkan manfaat. Karena itu, pembangunan ekonomi jangan hanya bicara tentang angka pertumbuhan, tetapi bagaimana masyarakat memiliki kesempatan untuk meningkatkan pendapatan,” ujar Nia.
Ia berharap penguatan ekonomi daerah menjadi bagian dari strategi besar pembangunan Jawa Barat. Menurutnya, semakin kuat ekonomi kabupaten dan kota, semakin kuat pula fondasi perekonomian Jawa Barat secara keseluruhan.






Leave a Reply