Infrastruktur Dalam Pandangan Islam

Oleh:
Sumiati
(Pendidik Generasi dan Member AMK)

Terasjabar.co – Dalam sistem hari ini, tidak mudah untuk mewujudkan impian memiliki bangunan yang memadai, dengan mahalnya biaya pembangunan dan bahan bangunan. Namun cita-cita ingin memiliki bangunan layak untuk santri sangat kuat. Sehingga terkadang terjadi kecerobohan dalam pendiriannya.

Dikutip dari news.detik.com, BNPB mengupdate data terbaru jumlah korban tewas ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Per siang ini, jumlah korban meninggal dunia menjadi 37 orang.

Berdasarkan data BNPB, Minggu (05/10/2025), terhitung pukul 06.30 WIB sampai 12.00 WIB, tim gabungan telah menemukan 12 jenazah dan satu lagi potongan tubuh manusia dari balik reruntuhan bangunan lantai empat musala. Penemuan itu menambah data jumlah korban meninggal dunia menjadi 37 orang dan bagian tubuh menjadi dua potongan.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan mengatakan dengan bertambahnya satu jenazah, sehingga diduga masih ada 26 orang tertimbungan reruntuhan. Namun demikian, dia mengatakan itu belum data valid sampai peroses evakuasi bangunan rata dengan tanah.

Bangunan Pondok Pesantren yang ambruk disinyalir kontruksi bangunan tidak kuat. Hal ini terjadi bisa karena saat bangunan didirikan tanpa pengawasan dari ahlinya. Sehingga kontruksi bangunan yang pastinya sudah dibuat oleh seorang arsitek pun bisa jadi melenceng dari yang sudah ditetapkan. Karena dalam sebuah bangunan terlebih sampai 4 lantai membutuhkan keseriusan, sehingga membutuhkan pemantauan yang ketat.

Dalam hal ini, pada umumnya dana pembangunan tersebut umumnya didapatkan dari wali santri dan donatur yang terbatas. Tentu membutuhkan pengawasan ekstra agar orang tua dan para donatur tidak merasa sia-sia ketika mereka menitipkan hartanya untuk pembangunan pondok. Jika tidak, malang pun tiba dengan kurang maksimalnya pembangunan pondok. Dalam hal ini akan melahirkan ketidakpercayaan orang tua dan donatur ke pondok yang akhirnya pondok pula yang dirugikan.

Dengan demikian, perlu menjadi sebuah pembahasan, betapa kasus ambruknya pondok sebagai cerminan jika negara belum hadir di tengah-tengah umat. Padahal penyediaan pembangunan pondok pesantren atau pun lembaga pendidikan lainnya merupakan tanggung jawab negara. Tidak boleh membebankan tanggung jawab negara pada rakyat, karena rakyat memiliki untuk diurus segala sesuatunya.

Sementara Islam mewajibkan agar negara menyediakan fasilitas pendidikan dengan standar kenyamanan dan kualitas yang baik. Bukan hanya bagus dari segi infrastruktur, bahkan negara pun mesti memfasilitasi kebutuhan belajar, misal laboratorium, perpustakaan, dan lain sebagainya. Sehingga siswa merasakan nyaman di dalam menyenyam pendidikan. Baik sekolah negeri atau pun swasta. Dalam pembiayaannya dengan menggunakan keuangan yang berada di Baitul Mal, yang dikumpulkan dari sumber daya alam, zakat mal, zakat pertanian dan lain-lain. Sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ di saat beliau telah diangkat menjadi nabi dan Rasul. Kemudian menerapkan Islam secara sempurna.

Wallahu’alam bissawab

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × 2 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam