dr. Hj. Ratnawati Dorong Desa Wisata di Cirebon, Fokus pada UMKM dan Infrastruktur

Terasjabar.co – Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat, dr. Hj. Ratnawati, M.KKK. terus mendorong pengembangan desa wisata di Kabupaten Cirebon sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Peran aktif masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan desa wisata yang mandiri dan berkelanjutan.

Ia mencontohkan semangat warga Desa Putat dalam mengembangkan potensi wisata di daerah mereka. Berbeda dari daerah lain yang meminta bantuan modal, masyarakat di sana lebih berharap dukungan program usaha berbasis rumah, terutama bagi ibu rumah tangga di sektor UMKM.

“Potensinya ada, masyarakatnya juga aktif. Mereka ingin diberi peluang usaha yang bisa dikerjakan dari rumah untuk membantu ekonomi keluarga,” ujar Ratnawati dalam sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) yang berlangsung di GOR Putat, Kecamatan Sedong, Jumat (28/2/2025).

Selain Desa Putat, Ratnawati juga menyoroti pengembangan desa wisata di Kecamatan Dukuhpuntang. Warga di sana telah mengajukan permintaan perbaikan jalan desa untuk mendukung aksesibilitas wisata.

Menanggapi hal tersebut, ia berencana mengoordinasikan usulan tersebut dengan DPRD Kabupaten Cirebon agar anggaran provinsi dapat dialokasikan untuk memperbaiki infrastruktur, terutama bagi yang telah memiliki Surat Keputusan (SK) sebagai desa wisata.

“Kalau di Dukuhpuntang mereka sudah meminta infrastruktur jalan, dan itu akan kita ajukan ke kabupaten agar bisa didanai dari provinsi. Sementara di Desa Putat ini masih merintis, baru menyadari bahwa ada potensi wisata religi yang sering dikunjungi banyak orang,” jelasnya.

Ratnawati juga menyinggung program prioritas Gubernur Dedi Mulyadi dalam dua tahun ke depan, di mana 70 persen anggaran akan difokuskan pada perbaikan infrastruktur.

Ia berkomitmen untuk mengawal proses pengembangan desa wisata agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata.

“Sesuai dengan Perda, masyarakat harus disosialisasikan agar memahami konsep desa wisata. Mereka harus ramah kepada pendatang, dan UMKM harus berkembang. Jika wisatawan senang, mereka akan memviralkan di media sosialnya masing-masing,” pungkasnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × 5 =